Review Blogger – Saat traveling salah satu yang tidak boleh terlupakan adalah pisau cukur.  Shaving atau bercukur buat saya salah satu rutinitas yang tidak bisa ditinggalkan. Maklum, karena saya keturunan Arab ganteng brewokan, jadi kalau enggak shaving seminggu aja udah kelihatan berantakan.

Biasanya saya travelling paling lama itu seminggu atau sepuluh hari. Ya, kadang ke tempat yang remote area, alias jauh dari minimarket, kadang-kadang juga ke tempat-tempat yang ramai seperti di pusat kota. Tapi lebih sering travelling ke pesisir pantai dan pelosok desa sih sebetulnya. Bisa lari ke hutan mangrove seperti Rangga dan Cinta,,, eeaaaa.

Baca juga Tanpa Tambang Kita Tidak Bisa Bercukur

Nah, dalam kondisi begitu udah pasti agak susah mencari pisau cukur cadangan. Kadang-kadang karena terlalu sering digunakan, pisau cukur jadi tumpul. Padahal penampilan seorang Travel Blogger juga harus selalu harus terjaga. Apalagi saat di remote area gak ada cermin, saya jadi terbiasa shaving tanpa menghadap cermin. Kamu bisa?

Asah Pisau Cukur RazorAid

Hati-hati, pisau cukur tumpul bisa melukai kulit

Ya gitu deh, awal-awal shaving tanpa cermin, hasilnya jadi belepotan. Kadang-kadang ada bagian kumis yang gak kecukur hehehe. Ya, malu juga sih kalau ketahuan. Jadinya kan kayak cemong gitu mukanya. Lambat laun akhirnya terbiasa juga. Bahkan paling menantang itu pas shaving di kapal laut. Sambil goyang-goyang dangdut, kita bisa sambil uji keterampilan tangan dengan shaving. Semacam akrobatik kali ya hahaha.

asah pisau cukur

Buat travelling gak perlu selengkap ini lah, ribet bawanya.

Alat-alat yang saya gunakan untuk shaving  saat travelling yaitu;

  1. Pisau Cukur
  2. Krim shaving bisa diganti sabun bayi atau sabun batangan (Niru tukang cukur DPR)
  3. Alat asah pisau cukur
  4. Kesabaran dan keterampilan

Nah, caranya gampang banget. Pertama pastikan siap mental dan sehat wal afiat ya hehe. Kedua, berikan krim cukur atau sabun pada bagian yang akan dicukur. Usap tipis aja gak perlu terlalu tebal apalagi sampe medok banget. Hanya sekedar pelicin aja kok. Yang penting pisau cukurnya tajam. Ketiga, ini yang penting, pastikan pisau cukur kamu tajam. Kalau bisa asah dulu dengan alat asah pisau cukur.

asah pisau cukur

Perlengkapan shaving buat travelling

Kalau saya pakai RazorAid. Bentuknya seperti kotak sabun. Permukaannya halus dan cara asahnya juga mudah. Tinggal asah berlawanan arah dengan cara bercukur. Ringan dan praktis dibawa-bawa buat travelling kemana aja. Bahannya bukan batu asahan seperti yang kamu kira ya hahaha.

Keempat, setelah diasah dengan baik. Baru mulai bercukur. Biasanya saya mulai dari sebelah kiri (bukan karena gak ikut sunnah Nabi ya), dengan gerakan dari atas kebawah. Nah, caranya raba aja dulu kumis atau jenggotnya. Kalau masih nusuk-nusuk tajam berarti masih harus dihaluskan. Kalau udah halus alias gak kerasa kasar, berarti udah rontok tuh bulunya.

Terakhir, supaya maksimal, cukur kembali berlawanan dengan arah kumis atau jenggot tumbuh. Nah, kalau tadi arahnya dari atas kebawah, sekarang dibalik dari bawah ke atas. Ini fungsinya supaya kumis atau jenggot tidak cepat tumbuh dalam waktu singkat. Ini tips dari tukang cukur Asli Garut yah. Proses akhir ini harus hati-hati dan teliti. Soalnya kalau pisau cukurnya kurang tajam, biasanya bakal sakit hehehe. Nah, mudah bukan?

Asah Pisau Cukur RazorAid

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+