Skip to content →

Category: Weekly Photo Challenge

Jeprat Jepret biar dikira tidak asal jepret

Indahnya Sunset di Kebayoran Lama Selepas Turun Hujan

Review Blogger – Belakangan ini langit Jakarta memang selalu mendung.  Tapi untungnnya kalau hujannya pagi, biasanya sorenya langit cerah. Jadi bisa hunting sunset deh. Hujan biasanya turun sejak pagi hari. Kira-kira pukul sepuluh pagi, saya sudah siap-siap dengan jaket.

Biasanya memang suhu ruangan di kantor semakin dingin jika turun hujan. Bukan, bukan karena temperaturnya di turunkan, melainkan suhu di dalam ruangan yang ikut dingin.

Nah, satu hal yang selalu saya incar saat sore hari dari atas atap kantor adalah sunset. Benar sekali, sunset itu seperti memuaskan dahaga saya untuk traveling. Anggap saja saya sedang latihan untuk memotret sunset di Raja Ampat lagi atau di Pulau Kodingareng Keke Sulawesi.

Sayangnya ini di Kebayoran Lama man! hahaha. Just enjoy this sunset.

IMG_20160303_181727

Jadi, sunset ini saya ambil dengan menggunakan kamera hape Himax Octacore. Kualitas gambarnya emang cakep banget. Apalagi kalau dipake buat zoom kuliner nusantara. Banyak yang nyangka kalau foto hape ini dijepret pake kamera DSLR. Padahal cuma kamera smartphone biasa.

IMG_20160303_181911

Atap kantor memang digunakan untuk istirahat dan santai-santai. Biasanya waktu yang paling tepat ya menjelang maghrib. Saat semua tugas harian sudah kelar, saya tinggal menunggu sunset saja. Abis itu ya maghriban. Kalau kira-kira harus pulang cepat, saya biasanya langsung pulang tanpa menunggu sunset.

IMG_20160303_181853

Sebetulnya gak ada trik khusus untuk memotret sunset seperti ini dari kamera smarphone. Kamu bisa menggunakan fitur mode sunset. Biasanya di setiap kamera kekinian sudah ada fitur yang lumayan beragam, salah satunya sunset. Tapi kalau udah mahir menggunakan kamera, bisa juga di set secara manual. Kalau dalam luar ruangan setahu saya sih ISOnya di set 100 aja. Selebihnya gunakan tripod supaya gak getar. Kalau kata kameramen NET TV sih kita bisa tahan nafas beberapa detik saat mengambil gambar. Ya, fungsinya itu tadi, supaya kamera enggak getar dan gambar juga gak bakal blur.

Sunset paling indah yang pernah saya abadikan saat berada di Pulau Kotok Kepulauan Seribu. Jadi, waktu itu saya dapat lomba dari Dinas Pariwisata yang digelar oleh VIVA. Nah, hadiahnya kursus diving gratis selama sepekan. Ujian Praktiknya di Pulau Kotok Kepulauan Seribu. Nah, disitulah saya mendapatkan foto sunset paling cakep. Warna langitnya berubah menjadi pink, iya beneran pink. Nanti kapan-kapan saya cari lagi deh fotonya ya hehehehehe.

Nah, gampang kan berburu sunset seperti ini? Coba lihat mana foto sunset kamu!

 

 

Leave a Comment

Weekly Photo Challenge: Horizon

These are my collections about Horizon. Mostly in Thousand Island Jakarta Enjoy 🙂

Leave a Comment

Weekly Photo Challenge: Sea

20130823_095103

I think the best place to escape from our daily routine is sea. I dunno why. When I sit on the sand and look at the horizon, that makes me feel comfortable. Sea is one of my choice to spend holiday.

These pics, I took in Kotok Island in thousand Islands in Indonesia. This is kind of resort. You can take a boat from Marina Ancol, Jakarta. It’s about two hours to get to Kotok Island.

Kotok Island is far from Marina Ancol. If you take a public boat in Muara Angke Harbor, it will be a long journey. For the first time, you had better take a public boat. But, if you can’t stand waiting, you should take speed boat from Marina Ancol.  Lanjut baca… Weekly Photo Challenge: Sea

Leave a Comment

Bercembu dengan Lintah, Terapi Alternatif.

Thibbun Nabawi atau pengobatan ala nabi yang belakangan ini dikenal luas oleh masyarakat adalah terapi hijamah atau bekam. Pada prakteknya ada dua jenis bekam yaitu bekam kering dan bekam basah. Bekam kering tanpa mengeluarkan darah sedangkan sebaliknya bekam basah adalah mengeluarkan darah kotor dari tubuh.

Kemarin sore (8/8) selepas bada ashar saya meminta di bekam oleh pak Toto. Pak Toto adalah terapis ahli bekam langganan ayah saya di kampung. Saking seringnya pak Toto membekam ayah saya, hingga akhirnya ayah saya membelikan satu set tanduk kerbau dari Jawa Timur agar digunakan sebagai alat bekam kering untuk mengeluarkan angin. Metode bekam tanduk ini berfungsi untuk mengeluarkan angin juga. Caranya hampir sama dengan model kop-kopan seperti orang tua zaman dulu kalau masuk angin dengan menggunakan gelas. Dibutuhkan api untuk menghirup udara kemudian ditutup dengan tanduk. Lanjut baca… Bercembu dengan Lintah, Terapi Alternatif.

Leave a Comment