Selasar yang saya maksud bukan selasar dalam sebuah rumah atau istana, bukan. Selasar yang saya maksud adalah sebuah kantor Selasar. Start up yang digawangi oleh Miftah Sabri, Pepih Nugraha, Arfi Bambini dan kawan-kawan Selasar lainnya.

Oh ya, kebetulan saat bulan puasa yang lalu saya termasuk dalam 20 Selasares (sebutan pagi member Selasar). Termasuk beberapa blogger yang saya kenal seperti bang Amril dan Sendy Adam.

Acaranya yang digagas Selasar sederhana saja kok. Kami diundang untuk buka bersama, sekaligus bersilaturahmi. Kebetulan saya resmi menjadi anggota Selasar sekitar akhir tahun 2016.

kantor selasar

Setelah bergabung dengan Selasar, saya cukup aktif menjawab beberapa pertanyaan dalam kategori traveling. Secara umum apapun pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman dan pengatahuan yang saya kuasai, saya usahakan untuk dijawab.

Jujur, sebelum kang Pepih Nugraha berlabuh ke Selasar, saya kurang begitu mengenal apa itu Selasar. Namun secara branding memang samar-samar saya pernah membacanya namun saat itu belum terlalu menarik minat saya.

Barulah setelah melihat liminasa kang Pepih di Facebook, saya mulai mencoba bergabung dan aktif di Selasar. Saat saya bergabung terbilang masih minim fitur. Dari pengalaman pertama menggunakan Selasar itulah saya memberikan beberapa masukan minor kepada developer Selasar. Bahkan saran-saran itu terkadang saya langsung sampaikan di halaman inbox Facebook kang Pepih.

Sebagai pengguna Quora, saat pertama kali mengenal Selasar, saya tidak terlalu mengalami kesulitan berarti. Penjelasan kang Pepih tentang Selasar juga sejalan dengan apa yang saya perkirakan sebelumnya. Selasar memosisikan diri sebagai situs tanya jawab dari Indonesia seperti halnya Quora.

Pada pertemuan tersebut banyak hal yang kami bahas dengan kang Pepih termasuk rencana-rencana memonetisasi Selasar di masa mendatang. Bahkan kang Pepih membuka tangan dengan lebar jika ada Selasares yang memiliki ide-ide bisnis untuk membuat start up atau perusahaan rintisan. Bahkan kang Pepih bercerita mendanai sebuah proyek anaknya untuk membangun sebuah start up.

Lazim juga rasanya jika kami membahas tentang Kompasiana dan para membernya, hahaha. Maklum lah, karena rata-rata kami memang kenal dari Kompasiana. Jadi mengingat romansa masa lalu saat ikutan blogshop dengan Kompasiana. Ada banyak cerita tentunya.

Miftah Sabri Selasar

Oh ya, terus terang ini pertama kalinya saya bekunjung ke kantor Selasar. Sebagai sebuah kantor start up, kantor Selasar tergolong sederhana yang mengusung open space dan kesetaraan.

kantor selasar

Ruangnya melompong. Di bagian tengahnya sebagai ruang utama tempat karyawan dan CEO-nya bekerja. Kursi kang Pepih pun berada di meja yang sama. Meja panjang tanpa sekat yang diisi oleh semua kru Selasar.

Hanya ada satu monitor yang begitu mencolok dengan ukuran besar, iya itu iMacnya kang Miftah Sabri. Setelah ketemu langsung ternyata kang Miftah ini, orangnya rame betul ternyata hahaha. Wajar kalau orang seperti Miftah Sabri ini bisa sukses melobi Ahok hingga “menundukkan” Luna Maya.

kantor selasar

Kebetulan pada saat yang sama kang Miftah membawa beberapa anak yatim dari sebuah Yayasan untuk berkeliling Selasar. Akhirnya, kami memang lebih banyak ngobrol dengan kang Pepih. Tapi kang Miftah sempat menyambut kami semua dalam sebuah seremonial sederhana dan perkenalan singkat.

kantor selasar

Kantor Selasar berada di daerah Kemang. Salah satu area elit yang terkenal ramai dengan kafe dan tempat makan paling kekinian di daerah Jakarta Selatan. Kantor Selasar juga dekat dengan kantor Bukalapak. Dan keduanya kerap mengerjakan acara bersama.

Saya merasa mendapatkan kehormatan dari “sesepuh” Selasar hingga diundang untuk ikut buka bersama. Istimewanya, Nasi Padang yang disajikan benar-benar menggugah selera.

menu nasi padang lengkap

Sayang karena bulan puasa dan tidak bisa langsung caplok banyak-banyak, saya hanya mengambil porsi sedikit dengan lauk dendeng balado yang aduhai masih terasa pedasnya sampai sekarang.

nasi kapau istimewa

Jujur, siapa sih yang tak lapar mata disuguhkan aneka masakan Padang paling top dikelasnya. Mulai dari rendang sudah pasti itu mah, dendeng, gulai ikan sampai ayam pop juga ada. Sambal merah dan sambal hijaunya pun melimpah. Khas banget kalau urusan soal kuliner, start up memang jagonya perasmanan dan bikin karyawannya kenyang bahagia.

menu nasi padang istimewa

Beberapa ruangan memang didesain terbuka dengan kaca-kaca transparan yang dihiasi dengan berbagai tulisan. Ruang meetingnya pun sangat nyaman. Bahkan kami bisa melihat dari dalam ruangan dengan jelas begitu juga sebaliknya, orang-orang di luar ruangan bisa melihat jelas siapa saja yang ada di dalam ruang meeting.

selasares

Karena dalam suasana puasa (maaf telat banget postingnnya hahaha). Kami memang tidak terlalu banyak berdiskusi karena harus diselingi dengan salat maghrib kemudian berbuka puasa. Setelah itu satu-satu pamit untuk segera pulang karena ada beberapa yang ingin mengejar salat tarawih di rumah.

Arfi Bambini dan Pepih Nugraha di kantor Selasar

Jadi semakin penasaran dengan kiprah Selasar ke depan. Akan seperti apa nantinya Selasar dan bagaimana situs tanya jawab seperti Selasar bisa dimonetize?

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+