Kiwil akhirnya menghadap sang Ilahi. Ia dipanggil karena beberapa hari sakit karena tak tahan hujan yang terus mengguyur.
Kiwil kadang tak berteduh seperti binatang lain ketika hujan, ia lebih suka berlari kesana kemari. Kiwil memang tak dikurung, ia jinak seperti kucing. Keluar gerbang pun ia tak mau.
Sering kali ia terlihat sudah menunggu di teras ketika kami baru saja pulang dari bepergian. Makanan dan minuman tersedia cukup banyak. Rumput di depan rumah dan belakang rumah menghampar, itu pula yang menjadikan ia betah berlarian.
Upaya telah dilakukan untuk memulihkan kondisi kiwil. Diberi minyak telon dan di kurung agar tak kehujanan. Tapi ia memang sudah terlihat tak kuat hingga akhirnya ajal menjemputnya.
Jarang sekali kami memiliki peliharaan seekor kelinci yang jinak bak kucing.
Met jalan kiwil semoga engkau tenang disana. keponakanku selalu merindukanmu.
Itulah sebabnya mengapa kelinci tak perlu dimandikan karena itu akan membuatnya menjemput ajal.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+