Kios Kecil Ini Jual 1000 Lumpia Semarang Sampai Ludes Tiap Liburan

Kios Kecil Ini Jual 1000 Lumpia Semarang Sampai Ludes Tiap Liburan

April 28, 2018 10 By Dzulfikar

Akhirnya masuk juga ke segmen tulisan paling ditunggu yaitu lumpia Semarang. Dari kuliner Semarang yang ada di Jakarta, lumpia Semarang ini yang paling menasional berdampingan dengan siomay Bandung, empek-empek Palembang dan sate Madura.

Kebetulan saya juga penyuka lumpia yang isinya lembut dan luarnya renyah. Salah satu lumpia yang dikenal sudah bertahan cukup lama dan masih eksis hingga saat ini tanpa bantuan digital marketing adalah Lumpia Semarang Gang Lombok di kawasan Pecinan Semarang.

lumpia semarang

Kawasan Pecinan di Semarang

Lokasinya berada di pinggir sungai bersebelahan dengan sebuah Klenteng tertua di Semarang yaitu Klenteng Tay Kak Sie. Dari beberapa sumber yang saya baca Klenteng ini sudah berusia sekitar 2,5 abad.

Ternyata ada cerita dibalik nama Gang Lombok di kawasan Pecinan Semarang ini. Konon dulu sebelum Klenteng ini didirikan merupakan sebuah kebun cabai atau lombok yang berada di pinggir kali Semarang.

Sebab itulah sampai saat ini akses masuk menuju Klenteng dinamakan dengan Gang Lombok yang juga menjadi alamat salah satu kios penjual lumpia Semarang paling legendaris, yaitu Lumpia Gang Lombok.

Untung lumpia semarang gang lombok

Beruntung rombongan dari Jelajah Gizi 2018 Nutricia Sarihusada bisa bertemu dengan Untung Utodo yang menjadi generasi ketiga yang melanjutkan kuliner yang sudah menjadi ikon Kota Semarang ini.

Seperti yang diceritakan om Jongkie Tio, pemilik Rumah Makan Semarang bahwa banyak kuliner Semarang yang dipengaruhi budaya Tiongkok. Salah satunya adalah bahan utama lumpia Semarang yang menggunakan rebung.

Yang menarik, makanan khas Semarang yang masih terjaga cita rasanya sampai saat itu itu punya ciri khas. Lumpia Semarang Gang Lombok ini terkenal enak karena rebungnya juga tidak berbau seperti topping rebung dalam Lontong Cap Go Meh di Rumah Makan Semarang.

Rahasinya hampir sama seperti yang diceritakan om Jongkie. Menurut pak Untung, rebungnya dicuci berulang kali bahkan sampai tiga kali untuk menghilangkan bau tak sedapnya.

lumpia semarang

Isiannya bukan hanya rebung saja, tapi juga ada telur dan ebi. Pengunjung yang datang ke Gang Lombok bisa memesan lumpia basah atau lumpia kering. Bahkan ada yang membawanya sebagai buah tangan.

Pak Untung cerita kalau setiap hari rata-rata bisa menjual 300 biji lumpia. Bahkan pada saat hari libur biasanya bisa sampai 1000 lumpia Semarang yang terjual.

Nah, itung sendiri deh, harga lumpia Semarang ini dijual rata-rata Rp 15.000 perbuah. Makan satu aja udah cukup sih untuk ukuran saya hahahaha. Kalau dua kayaknya gak kuat deh.

lumpia semarang

Lumpia Semarang Gang Lombok ini memang unik. Dari ukurannya cukup besar dibandingkan dengan risoles atau lumpia di Rumah Makan Semarang.

lumpia semarang

Proses menggulung kulit lumpia pun ternyata ada caranya tersendiri. Ukuran lumpia benar-benar silinder seperti sebuah tabung.

Beberapa peserta Jelajah Gizi 2018 pun ditantang untuk bisa menggulung sehingga membentuk lumpia Semarang yang sempurna.

Lumpia Semarang

(c) NutrisiBangsa

Beberapa yang yang terlalu besar, bantet dan kurang rapi. Bayangkan betapa pegalnya jika setiap hari harus menggulung 300 sampai dengan 1000 lumpia Semarang!

lumpia semarang

Sebelum mencicipi, awalnya juga saya agak ragu. Khawatir masih ada bau-bau khas rebung yang kurang sedap.

Tapi, setelah gigitan pertama ternyata kulitnya renyah dan isinya juga lembut. Hampir tidak ada bau sama sekali. Yang paling enak justru acara timunnya. Rasanya pas dan tidak terlalu asam atau asin.

lumpia semarang

Prof Ahmad Sulaeman (kiri) dan pak Untung berdiri berdampingan.

Yang tak kalah menarik adalah bawang yang digunakan sebagai pendamping lumpia Semarang Gang Lombok ini ternyata ada alasan dibaliknya seperti diceritakan oleh Prof Ahmad, ahli gizi dari IPB.

Bawang ternyata berkhasiat sebagai antioksidan, tak berbeda jauh dengan rebung. Manfaat lainnya bisa menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah jantung koroner dan juga mengatasi problem pernafasan.

Untuk yang terakhir biar dikata mulut bau bawang sih cuek aja ye kalau demi kesehatan hahahahaha. Nah, selain bawang, ada juga pendamping selada untuk melengkapi nutrisi lumpia Gang Lombok ini pungkas Prof Ahmad.

lumpia semarang

Gang sempit dengan nomor rumah 11 ini memang sangat menarik. Apalagi bagi para pengunjung Klenteng yang hendak mampir atau usai beribadah bisa langsung menikmati lumpia Semarang Gang Lombok yang rasanya istimewa ini.

Satu hal yang perlu diketahui bahwa menurut pak Untung, daya tahan lumpia Semarang ini hanya sekitar 12 jam dalam kondisi suhu ruangan. Jadi harus segera dikonsumsi.

Kecuali jika disimpan di lemari pendingin, daya tahannya bisa sampai seminggu, ungkap pak Untung.

sop duren gang lombok

Oh ya, ada satu kuliner Semarang yang perlu kamu coba juga di Gang Lombok. Apalagi jika dinikmati saat panas terik membakar jalan.

Ini yang kami nikmati juga saat peserta lain tengah berlomba hahahaha

Duh, jadi pengen lagi deh Sop Durian Gang Lombok ini. Rasanya benar-benar segar, buah duriannya tebal dan lembut banget. Sayang aja gak bisa nambah, cuma dijatah satu doang.