Nantangin Mie Ramen Reman Bandung

image

Tiap kali ke Bandung saya selalu tertantang untuk mencoba kuliner kreatif urang Bandung yang sedang trend, contohnya Mie Reman ini. Meskipun aslinya bukan dari Bandung tapi di   olah dan disajikan secara kreatif khas Bandung. Bagi mereka penggemar komik manga Naruto pasti tahu makanan kegemaran Naruto ini. Aslinya mie ramen ini menggunakan bahan non halal. Nah, kalau yang disini Insya Alloh halalan toyyiban.

Adik adik saya sebetulnya merekomendasikan Jigoku Ramen di daerah Cikutra dekat Universitas Widyatama. Tapi tiap kali lewat sana antriannya bikin gak kuku deh. Selalu saja antri panjang. Apalagi lokasinya memang pas sekali dekat sebuah Universitas. Tentu saja pelanggan lebih di dominasi anak kuliahan. Nah mengingat waktu yang terbatas, akhirnya untuk pertama kali saya coba dulu mie ramen reman. Mie reman yang saya jambangi terletak di jalan Panatayuda dekat dengan Sekolah PGII. Di depannya pun persis ada taman Panatayuda yang sebelumnya sudah saya tuliskan.

image

Saya mengajak adik adik saya dan anak istri saya untuk icip icip mie ramen reman. Untuk masalah harga cukup terjangkau dengan porsi yang sepadan. Dengan harga 11 ribu saja kita bisa menikmati semangkuk porsi besar mie ramen reman. Jangan lupa pesan es teh manis ukuran jumbo untuk menetralisir rasa pedasnya.

Ada tiga menu mie ramen yang di sajikan disini. Mulai dari rasa original, soyu (rempah dengan rasa dominan jahe), dan kare. Adik adik saya lebih memilih Soyu. Sementara saya memilih rasa original dengan level kepedasan 3. Jika ingin menambah topping chicken katsu tinggal menambah beberapa rupiah saja.

image

Untuk soal rasa boleh dibilang yang original ini cenderung tawar di lidah Indonesia yang terbiasa dengan segala macam rasa rempah. Saya rekomendasikan cukup nikmati rasa original ini dengan level 3 saja. Karena rasa kuahnya masih berasa dan tidak didominasi rasa pedasnya. Mienya lembut dan panjang. Selebihnya kita bisa mebyeruputnya pelan pelan sambil menikmati kesegaran udara dari pepohonan karena bersebelahan dengan sebuah taman.

image

Untuk rasa kare tanpa level alias tidak pedas nyatanya masih terasa pedas. Mungkin kuah karenya memang sudah pedas. Wal hasil adik saya yang masih SD tidak kuat untuk menghabisi mie reman rasa kare ini. Dia menyerah setelah setengahnya terlahap. Sisanya tentu saja saya yang menghabiskannya. Yang pasti kuahnya beda dengan kuah kare indomie hehehe.

image

Kuah soyu ini pantas menjadi pilihan utama. Rasa jahenya bikin tubuh kita menjadi hangat ditengah udara kota Bandung yang dingin mengigit. Dengan tingkat kepedasan sampai level 5 ini saya masih merasakan rasa jahe yang hangat. Jika tidak suka baso ikan lebih baik minta kepada pelayan untuk menyisihkannya di tempat lain.

Overall, mie ramen reman ini sudah cukup menjawab rasa penasaran saya tentang kuliner yang sebetulnya sudah lama ngetrend. Cuma saya aja yang jarang pulang ke Bandung. Dengan kelir dominan warna merah kita merasa seperti di restauran cepat saji. Bedanya disini tersedia kerupuk tepung tapioka yang gurih itu. Jadi kita masih bisa merasakan kuliner internasional dengan sentuhan dan ke khasan lokal.

image

Yap jika ingin menantang kepedasan sebuah makanan, cobain mie reman. Asli rasanya kayak ngegebukin preman.

Salam Hangat

@DzulfikarAlala

Posted from WordPress for Android

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *