Review Blogger – Sudut mata Vincent berkaca-kaca, ia seperti tak bisa menyembunyikan kesedihan dan kekecewaan, tapi berbeda dengan Irsan Aria yang sepertinya mampu mengendalikan diri setelah kalah di challenge terakhir. Gimana nggak greget coba? #TimVincent secara keseluruhan memimpin di lapangan di sesi Final ini. Mulai dari start hingga datang finish pertama. Tapi ternyata Tim Orange harus berbesar hati di Challenge terakhir gara-gara biji kopi.

Adegan itu merupakan adegan terakhir yang saya lihat sebagai penutup rangkaian Final Chevrolet Trax Unlock The City. Gelaran final Chevrolet Trax Unlock The City ini sekaligus mengukuhkan menjadi kompetisi jelajah kota dengan interaksi digital pertama di Indonesia yang memecahkan rekor MURI.  Acara ini dianggap acara yang pertama kalinya melibatkan online navigator sehingga dianggap unik dan layak untuk mendapatkan rekor MURI. Kompetisi Final ini digelar di Jakarta Selatan (24/4) dan dipusatkan di Mirasari Cafe, Kemang Utara.

Baca juga Cara Membuat Viral Content

Saya merasa beruntung bisa datang langsung menjadi pendukung #TimVincent, meskipun akhirnya harus belajar menerima kekalahan. Gelaran Trax Unlock The City ini sudah dimulai diselenggarakan sejak Februari 2016. Jadi, awalnya para peserta disaring secara online untuk mengirimkan video. Videonya sama dengan tema besarnya Trax Unlock The City.

Seleksi Peserta Trax Unlock The City

Pada tahap penyaringan terpilihlah 30 semi finalis yang diselenggarakan di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Dari 30 peserta disaring lagi hingga terdapat 4 grand finalis. Perjuangan keempat grand finalis ini pun tidak mudah. Karena harus menyelesaikan beberapa tantangan yang dibantu oleh para online navigator. Semua alat komunikasi dan alat bantu GPS tidak diizinkan. Peserta benar-benar hanya mengandalkan bantuan dari online navigator melalui layar tablet yang disediakan khusus oleh panitia.

Tercatat ada rata-rata ada sekitar 2000 online navigator yang melakukan streaming secara bersamaan untuk mendukung masing-masing tim. Kedua tim, Tim Desta (Tim Biru) dan Tim Vincent (Tim Orange) secara kompetitif menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan baik dari panitia maupun dari netizen yang memberikan tantangan seru dan menarik.

Pada sesi Final yang bertarung adalah Irsan Aria #TimOrange dan Gerry Daniel #TimBiru. Tim Orange seperti biasa ditemani oleh Vincent, sementara tim Biru ditemani oleh Desta. Keduanya harus mencari beberapa alamat dengan cara menebak clue yang diberikan. Nah, clue ini lah yang banyak dibantu oleh para online Navigator.

Acara Grand Final di Jakarta Selatan ini berjalan lancar dan tanpa hambatan. Menurut saya sih lebih seru Semi Final sebelumnya saat di PIK, Jakarta Utara. Karena jalannya dan lokasi tersembunyinya benar-benar menantang. Kedua tim sampai nyasar-nyasar. Ya, biasa kadang ada juga online navigator agak ngaco-ngaco dikit kasih petunjuknya karena cuma ngandelin Google Maps. Padahal yang paling akurat itu pake Google Street, hehehe.

Tantangan Grand Final

Tantangan pada grand final sebetulnya lebih tricky lagi. Mulai dari tebak patung lilin, ngamen di Pasar Santa supaya bisa dapetin 20 ribu, nyanyi halo-halo Bandung, belajar beladiri Muay Thai kemudian bertarung langsung dengan pelatihnya sampe harus order roti dengan bahasa Prancis di toko roti asli Prancis. Belum lagi tantangan harus cukup rambut sesuai dengan gambar pola yang dipilih.

Tantangan paling kocak sebetulnya saat disuruh ngamen sambil pake baju daster ibu-ibu. Ya emang dasar urat malunya udah pada putus jadi pada santai aja ngamen nyanyi-nyanyi dan genjrang genjreng menggunakan gitar. Awalnya yang liat pada heran, tapi setelah lihat kamera mungkin mereka dengan senang hati memberikan recehan pada kedua peserta hehehehe.

Kerja Keras Panitia dan Kru

Saya sendiri melihat langsung kesibukan kru dan panitia. Mulai dari setting kamera, suara hingga smartphone-smartphone bermonopod yang berseliweran merekam gambar dan menampilkan secara live di layar para online navigator.

Persiapan memang butuh waktu dan ketelitian. Saat acara pokoknya riweuhnya itu kelihatan banget deh. Banyak orang dan banyak yang berseliweran kesana kemari dengan urusannya masing-masing. Untungnya sih ditengah hari yang terik itu, ketika matahari udah di ubun-ubun, ada abang-abang dari cafe yang bawa air dingin segar. Wah berasa di padang Sahara deh panasnya.

Untuk setting action camera yang di tempel di Trax aja butuh beberapa orang. Action camera ini banyak dipasang di sudut eksterior Trax hingga interior Trax yang digunakan kedua tim peserta dalam Trax Unlock The City.

Challenge Yang Menentukan

Setelah Tim Orange tiba lebih dulu, tim Vincent girang bukan kepalang. Dari perhitungan skor memang saat itu Tim Orange sudah lebih dulu unggul. Namun ternyata masih ada satu lagi Challenge yang harus dilalui. Sama sih seperti sesi di Semi Final juga. Challenge terakhir ini meskipun tak menentukan ternyata menjadi kuda hitam. Kartu truf bagi kedua tim.

Challenge terakhir di Grand Final siang itu, peserta harus mencari biji kacang (Seharusnya Biji Kopi). Biji kopi ini tetapi tidak mudah ditemukan karena sudah dimasukkan di sebuah kolam yang sudah dipenuhi dengan foam atau busa putih.

Sebelum peluit dibunyikan Tim Desta udah liat ada biji kopi yang nyangkut diatas permukaan busa di kolam milik Tim VIncent. Nah, disini akhirnya panitia mengambil satu biji kopi yang nyangkut tadi.

Setelah peluit dibunyikan, akhirnya kedua tim berlomba mencari biji kopi. Asli susah banget carinya karena harus pake google dengan kolam yang sempit. Beberapa kali Irsan dan Gerry harus berusaha lebih tenang dan sabar ngubek kolam penuh dengan foam.

Akhirnya Gerry bisa menemukan biji kopi lebih awal. Gak lama berselang Irsan juga menemukan biji kopinya.

Disini mereka bedua mulai bingung . “Abis dapetin biji kopinya trus diapain?” kata Gerry MC-nya telat kasih petunjuk. Jadi, harusnya setelah biji kopi itu ditemukan, peserta harus memasukkan biji kopi kedalam sebuah toples tapi melalui sedotan. Sedotannnya tapi bukan sedotan air minum biasa ya. Diameternya lebih lebar.

Nah, pas udah pada megang biji kopinya. Buru-buru deh keduanya masukin ke toples dengan cara tiup biji kopinya. Beruntung Irsan bisa masukin biji kopinya lebih awal. Sementara biji kopi Gerry nyangkut disedotannya gak tau kenapa. Disinilah mulai muncul persoalannya. Tapi masalahnya Gerry yang pertama nunjukkin bahwa dia yang pertama kali dapetin biji kopi dari kolam. Cuma karena perintahnya enggak lengkap jadi langkah kedua ini yang bikin dia miss.

Asli disitu udah gak enak banget perasaannya. Terutama dari pendukung TIm Vincent. Sementara Tim Biru juga udah mulai tegang.

Dengan berat hati akhirnya challenge harus diulang. Tim Vincent di belakang saya udah tambah tegang banget deh.

Kali ini semua kru dan panitia lebih aware dan stand by di posisinya masing-masing. Petunjuk juga dijelaskan ulang. Kolam di kocek ulang supaya busanya nambah banyak setelah tadi diubek-ubek.

Challenge ulangan ini akhirnya dimenangkan oleh Gerry. Lama juga sih sama kayak sesi sebelumnya. Soalnya si biji kopi ini gak tenggelam. Jadi bisa aja nyangkut di permukaan atau di busa-busa dan tersembunyi. Susah man! Seperti nyari jarum dalam jerami.

Saat Gerry udah selesai, Irsan masih penasaran dan mencoba untuk cari biji kopinya sampai benar-benar ketemu. Tim Vincent makin was-was.

“Wah jangan-jangan gak ada biji kopinya!” Kata seseorang berkaus orange dibelakang saya.

Selentingan saya udah denger kalimat “Wah gak fair ini, masa biji kopinya gak ada!”

Akhirnya Irsan nyerah! Dia gak bisa menemukan biji kopinya.

Panitia akhirnya mengerahkan tiga orang tim untuk mencari biji kopi. Awalnya air dalam kolam mau ditumpahkan supaya cepet nyarinya. Tapi sama tim leadernya dilarang. Kalau biji kopinya benar-benar gak ada kan harus diulang untuk ketiga kalinya.

Lama banget tiga orang ini nyari biji kopinya. Mulai dari bawah, pindah keatas, pindah lagi kekanan, pindah kekiri wah pokoknya bikin makin tegang deh. Sampai busa-busanya dipindahin dulu ke kolam sebelahnya.

Finally, bang Rahman lah yang menemukan biji kopinya. Jadi, challenge benar-benar fair dan tidak ada maksud untuk memenangkan siapapun.

Semua melihat bahwa biji yang ditunjukkan bang Rahman memang benar biji kopi yang dimaksud. Dari situ udah terlihat wajah lunglai dan lesu dari Tim Vincent. Saya juga terus terang ikutan lemes.

Pengumuman Juara Membawa Hadiah 1 Unit Trax LTZ

Kedua peserta akhirnya berganti pakaian terlebih dahulu. Karena keduanya udah benar benar kuyup karena basah-basahan cari biji kopi. Sementara itu beberapa pejabat penting General Motors Indonesia udah hadir di lokasi yang sama. Diantaranya ada Meilita Iskandar (Marketing Director GM Indonesia), Gaurav Gupta (President Director GM Indonesia), Yuniadi Haksono Hartono (External Affairs & Communications Director, GM Indonesia) beserta perwakilan MURI (Museum Rekor Indonesia).

Gaurav Gupta, President Director GM Indonesia, bilang “Melalui kegiatan Trax Unlock The City bertujuan untuk membuktikan kenyamanan berkendara dan berbagai fitur berteknologi tinggi yang terdapat pada Chevrolet Trax untuk mendukung kegiatan sehari-hari para pengguna yang selalu terhubung dengan teknologi terkini.”

“Dengan kehadiran TRAX, kami percaya bahwa TRAX akan menjadi pilihan compact SUV yang paling digemari di pasar Indonesia. Sambutan yang besar oleh pasar Indonesia mendorong kami untuk terus berkomitmen dan menempatkan pelanggan sebagai pusat dari segala kegiatan kami”, tambah Gaurav.

Pas sesi Desta ditanya pake bahasa Inggris sama Gaurav, dia kelimpungan. Jawabnya malah pake Bahasa Indonesia. Desta sama Vincent juga kaget dengan acara yang dikemas oleh Chevrolet. Gak kepikiran bisa sampai begini. Begini ini maksudnya nyasar dan nemunin tempat-tempat menarik dan unik di Jakarta.

Desta gak mau malu sendirian, akhirnya dia ngelempar jawaban ke Vincent. Meski terbata-bata Vincent tetap menjawab dengan Bahasa Inggris sekenanya. Kita yang nonton dibelakang kamera tertawa terpingkal-pingkal saat lihat Desta dan Vincent gelagapan ditanya sama Presdir GM Indonesia.

Kemenangan Itu Berada di Kunci

Akhirnya kedua peserta selesai berganti pakaian dan kembali ke lokasi utama. Diluar saudara-saudara. Meskipun masih sore, namun aura panas masih ada diantara kedua tim. Soalnya masih penasaran siapa sebetulnya yang akan membawa pulang satu unit mobil SUV keren Trax LTZ.

Pemenangnya baru bisa mengetahuinya setelah diberikan satu kotak berisi miniatur mobil Chevrolet. Dan, siapapun yang ada kunci mobil dibawah miniaturnya, berarti dialah yang bisa membuka kunci pintu Trax biru dengan pita merah diatasnya.

Dengan hitungan dari MC serta penonton, kedua peserta makin tegang. Arah pandangan penonton udah ke arah Irsan semua. Saat dibuka Irsan seperti kelimpungan, akhinya suara teriakan pun pecah dari Gerry Daniel. Mahasiswa UPH ini sontak langsung loncat ke arah Trax dan mencoba membuka pintunya. Siapa tahu kuncinya salah.

Suara petasan pun bersahutan, bulir-bulir kertas pesta beterbangan.

Yup, akhinya Tim Desta benar-benar memenangi kontes Trax Unlock The City ini. Gerry merasa senang karena bisa menyelesaikan semua tantangan dan berterimakasih kepada keluarga, teman dan para online Navigator. Juga tak lupa ia berterimakasih karena sudah berada di Tim Desta.

Pidato Yang Mengharukan Dari Irsan (Tim Vincent)

Irsan sepertinya sangat menguasai dirinya sendiri meski dalam kondisi kalah. Irsan dengan gentle dan berbesar hati mengatakan bahwa “Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda, sebuah permainan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Gue udah senang dan bangga bisa berpartisipasi di gelaran Trax Unlock The City, apalagi bisa masuk sampai Grand Final.”

Wah super banget nih Irsan dalam hati gue. Saya lihat Irsan tampak santai dan sudah menerima. Yang kaget malah Gerry yang masih ngerasa gak percaya kalau dia bakal bisa menang. Gerry udah langsung diwawancarai media saat itu. Sementara Irsan langsung menghambur menghampiri keluarganya yang udah datang mendukung secara langsung.

Setelah pengumuman saya langsung hunting beberapa yang bisa diwawancarai. Diantaranya bang Rahman yang nemuin biji kopi di kolam Irsan. Lalu Irfan masih tim Vincent yang kalah di Semi Final.

Irfan memang mengakui bahwa games sudah sangat fair, mereka juga udah berusaha sekuat tenaga untuk bertarung dan berjuang habis-habisan, tapi suara Irfan mulai melemah saat menyebutkan “Sayangnya rata-rata di challenge terakhir kita selalu kalah yah”.

Tapi Irfan mengakui tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ia mengakui bahwa acara Trax Unlock the City ini sangat seru, bahkan jika ada event yang sama dia pasti akan ikut serta kembali.

Saat ditanya apa hikmah yang bisa diambil, sambil bercanda Irfan menjawab

“Pokoknya harus sering-sering nongkrong di Jakarta, soalnya challengenya keliling-keliling Jakarta cari-cari tempat tersembunyi seperti restoran, kafe dan juga tampat-tempat wisata yang jarang diketahui oleh orang lain.”

Irfan memiliki harapan agar event yang sama bisa makin seru, tantangan makin susah supaya lebih menantang agar tidak terlalu mudah untuk mendapatkan mobil, kemudian Irfan juga sedikit berkomentar tentang challenge yang bersifat fisik agar bisa dipikirkan kembali oleh panitia terutama ketika yang berkompetisi berbeda gender untuk satu tantangan yang sama harus dipikirkan memiliki beban yang adil.

Sukses Besar Kompetisi Trax Unlock The City

Yup meskipun ada sedikit drama namun secara keseluruhan panitian dan kru sudah bekerja sanga keras. Gila man! Temperatur smartphone aja sampe tinggi banget. Tahu sendiri kan start acara selalu dimulai pukul 14.00 panas peteng banget itu mah. Wajar kalau si Vincent aja suka kabur-kaburan ngadem masuk mobil Trax.

Dengan menggunakan teknologi google hangouts live memang acara Trax Unlock The City ini menjadi semakin interakif. Peserta dan para Online Navigator bisa berkomunikasi dua arah meskipun tidak secara bersamaan.

Beberapa kendala yang saya alami ada beberapa yang menggangu yah. Misalnya chat dengan respon yang lambat. Chat di mobile browser harus selalu refresh karena kotak chat ilang setelah submit komentar. Wajar mungkin karena loadnya tinggi. Ya bayangin aja bisa diakses 2000 orang perdetik dari seluruh Indonesia. Tentu ini harus dibutuhkan inftastruktur yang tidak mudah dan murah.

Tahun selanjutnya mungkin akan lebih seru jika dilaksanakan di kota lain. Hanya saja kendala sinyal ini yang akan menghambat. Ya, diJakarta aja beberapa kali suara Vincent dan Desta sempat hilang di layar Online Navigator. Belum masalah teknis lainnya. BIsa aja sih diselenggarakan di kota besar selain Jakarta, Bandung dan Yogya. Misalnya pilih Surabaya. Nah, pasti lebih seru banget kalau bisa ngadain Trax Unlock The City di kota lainnya.

Salut buat ide Chevrolet menggelar kompetisi Trax Unlock The City. Semoga bisa digelar lagi tahun berikutnya dengan hadiah-hadiah dan menarik serta challange yang lebih terukur dan menantang.

Tonton keseruannya disini

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+