Pengalaman Delay Bikin Kesel Sampai ke Ubun-Ubun

“Mau sampai kapan lagi kita harus nunggu?” bapak-bapak dengan kumis tebal itu sudah mulai hilang kesabaran. Ia sudah ke tiga kalinya bolak balik ke petugas gate di bandara.

Matanya melotot hampir keluar dari tempatnya. Nafasnya tersengal tak beraturan dan cengkraman tangannya makin kuat menggenggam koran yang dibacanya sejak dua jam yang lalu. Koran itu malah kini sudah berubah bentuk seperti sebuah pentungan yang dibawa oleh para petugas keamanan.

Beberapa anak kecil sudah mulai gundah dan anak-anak yang lebih kecil sudah mulai gelisah meskipun orang tua mereka sudah membawakan sejumlah mainan dan membekalinya dengan susu dan makanan ringan.Mau sampai kapan mereka akan bertahan?

Bener sih kata orang. Kalau kamu mau pesan tiket murah, ya jangan yang murahan lah. Apalagi maskapai penerbangan yang sudah punya reputasi delay paling parah dan bisa membuat kamu jadi gila berjamaah di bandara.

Penerbangan yang pernah saya tumpangi sih emang gak separah ini delaynya. Biasalah, saya memilih maskapai yang murah meriah untuk tujuan Yogyakarta. Karena ada beberapa urusan yang harus saya kerjakan sekaligus silaturahmi dengan beberapa kawan angkatan SMA di Yogyakarta.

Sudah hampir dua jam lebih tidak ada kejelasan dari pihak maskapai maupun petugas di bandara tentang keterlambatan ini. Saya malah berpikir jangan sampai kondisi makin parah. Apalagi sampai berujung pada kekerasan dan intimidasi yang dilakukan oleh penumpang terhadap petugas.

delay yang menyiksa

Siapa sih yang sebenarnya salah seperti ini?

Jelas bukan petugas di lapangan dan juga pasti bukan penumpang. Karut marut seperti ini sudah seperti mendarah daging dan dibiarkan begitu saja. Di titik tersebut kadang ada penyesalan. Tapi, namanya orang Indonesia, ibarat makan sambal tobatnya hanya saat merasa kepedasan saja. Setelah itu seperti lupa dengan rasa pedasnya yang membakar lidah.

Iya, anehnya nih rakyat Indonesia tetap aja memilih maskapai yang satu ini sebagai alat transportasinya dengan alasan yang mungkin klise, murah dan tetap bisa terbang.

“Yah, meskipun udah terkenal telatan, asal tiketnya murah ya gak papa lah. Yang penting sampai dengan selamat di tujuan” gitu kata salah satu teman yang memang udah kebal dengan urusan delay pesawat.

Emang sih yang namanya delay itu bukan cuma bikin kejiwaan kita terganggu. Maunya jadi meracau dan marah-marah ke sana ke mari. Untung sih saya bisa mengendalikan diri dengan menyibukkan diri. Salah satu yang paling penting saya bawa selain novel yang apalagi kalau bukan power bank supaya gajet tetap ON.

Coba kalau saya kayak bapak-bapak tadi dengan kumisnya yang tebal saja sudah bikin orang jiper melihatnya. Bawaannya kayak pengen nampol orang lain aja.

Kalau dalam situasi seperti itu kira-kira apa yang kamu lakukan? Kita bisa mati kutu bukan? Apalagi kalau ternyata kita udah di bandara nih tiba-tiba gunung meletus seperti Gunung Agung di Bali. Otomatis force majeure seperti itu mau gimanapun tetap bakal gak akan berangkat pesawatnya. Terlebih jika delay karena bencana alam dibebaskan dari tanggung jawab keterlambatan. Penumpang hanya bisa memilih antara refund atau dipindahkan ke penerbangan berikutnya.

Kalau refund jelas sih rencana yang sudah disusun pasti berantakan. Tapi kalaupun dialihkan pada penerbangan berikutnya tetep penumpang juga yang harus cari penginapan murah terdekat dengan bandara misalnya cari cari penyewaan apartemen terjangkau dekat dengan bandara yang harganya pasti relatif dibawah harga penyewaan kamar hotel.

Kalau sudah seperti ini saya malah ngerasa sebaiknya cari aja apartemen deket bandara dengan harga yang rasional. Apalagi buat pebisnis yang kerap kali menggunakan moda transportasi pesawat terbang.

Kadang suka penasaran juga sih sama pramugari dan pilot yang harus terbang dengan jeda istirahat yang singkat. Apa mereka sanggup melakukannya sementara harus bertugas namun di sisi lain harus kembali pulang ke rumah bertemu keluarga. Kenapa mereka enggak cari rumah atau apartemen dekat bandara aja ya?

Sambil iseng-iseng ngebayangin enaknya punya tempat tinggal deket bandara, saya jadi penasaran, apa masih ada tempat tinggal yang affordable deket bandara Soekarno Hatta? Coba ah kita cek lewat google.

Setelah membuka halaman pertama, ternyata berasal dari situs penyedia penyewaan apartemen murah. Biasanya situs kayak gini emang SEOnya top banget meskipun kadang isinya sih kurang relevan dengan apa yang dicari.

Tapi, ada satu situs yang membuat saya penasaran. Di situ tertulis Bandara City Apartemen dekat Bandara. Hmmm ini maksudnya apa ya? Kota di dalam Bandara apa Bandara yang punya kota ya? Kalau dari deskripsinya menjelaskan tentang apartemen dan pusat perbelanjaan yang dekat dengan Bandara Soekarno Hatta.

Enak banget ya kalau ada apartemen yang jaraknya kurang dari 5 menit kayak gini. Apalagi sudah terintegrasi dengan pusat perbelanjaan modern. Jadi, gak perlu lagi keluar area apartemen untuk window shopping atau sekadar wisata kuliner.

Hemat di ongkos dan juga bebas macet. Yang paling penting sih apartemennya deket dengan bandara. Apalagi apartemennya nanti bisa disewain ke traveler yang emang butuh tempat transit barang sejenak. Boleh juga kan bisnis sewa apartemen Jakarta Barat biar bisa nambah biaya traveling.

Kalau liat dari promo, kayaknya bisa jadi potensi bisnis yang prospektif deh di masa depan. Ditengah ancaman bahwa generasi milenial tidak bisa beli rumah, Apartemen Bandara City ini bagai oase di padang pasir. Apalagi ada harga promo khusus bagi pramugari.

Katanya sih saat ini masih ada promo unit apartemen Bandara City Mall yang sudah dilengkapi dengan peralatan rumah tangga. Tipe yang dimaksud adalah tipe 1BR dengan kategori fully furnished. Kamu tinggal bawa koper aja buat nginep di Apartemen Bandara City Mall.

Selain ada apartemen dan pusat perbelanjaan, kawasan Bandara City Mall juga punya ruko untuk bisnis. Apa sih enaknya punya ruko dekat dengan bandara? Kalau buat yang punya bisnis jastip pasti ngebantu banget. Apalagi yang kerja di OTA yang kudu merapat ke beberapa kantor maskapai penerbangan yang jaraknya emang selemparan sama bandara Soekarno Hatta.

Dengan area sekitar 6.7 hektar, nantinya Bandara City ini katanya bakal punya 4 tower apartemen yang pada gelombang awal bakal diprioritaskan bagi para pramugari dan kru maskapai penerbangan. Duh, apa rasanya ya tetanggaan sama mbak mbak pramugari.

Yang paling saya suka sih adalah planning yang bakal memanjakan anak-anak dengan rencana membangun tempat area bermain anak-anak, kolam renang dan taman. Punya kegiatan atau aktivitas di luar rumah itu emang lebih menyenangkan kok. Apalagi kalau udah ketahuan kalau kamu tipe orang yang ekstrovet yang bakal lebih seneng kalau ketemu banyak orang dan berada di keramaian.

Selain pusat perbelanjaan, Bandara City Mall juga bakal punya segudang fasilitas hiburan mulai dari bioskop, wahana bermain anak, karaoke hingga food court yang menyediakan aneka makanan khas dari dalam dan luar negeri. Apalagi bakal ada tempat nongkrong kekinian.

Kalau baca-baca dari situsnya sih kawasan Bandara City ini bakal jadi kawasan superblok pertama di sebelah barat Jakarta yang memiliki berbagai fasilitas dalam satu kawasan mulai dari hunian, hiburan hingga kawasan bisnis namun tetap nyaman dan mudah bagi keluarga.

Sebetulnya nanti bakal dibangun kereta api Bandara dari Manggarai yang nyambung ke Bandara Soekarno Hatta. Kenapa pola pikirnya gak dibalik aja ya? Malah lebih baik cari tempat yang justru dekat dengan bandara sehingga bisa menghindari kemacetan ibu kota.

Kalau pun tidak ditempati sendiri, kawasan superblok dengan business suite termodern ini bakal jadi investasi yang amat prospektif di masa mendatang. Apalagi kawasan Bandara City ini deket banget sama pergudangan dadap. Buat para pebisnis sih ini bisa jadi peluang supaya punya kantor yang dekat dengan gudangnya sendiri.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+

4 Replies to “Pengalaman Delay Bikin Kesel Sampai ke Ubun-Ubun”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *