Skip to content →

Pentingnya Keberadaan Seorang Office Boy

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Pentingnya Kehadiran Office Boy
Saat memasuki kantor kita terbiasa dengan kondisi lingkungan kerja yang bersih. Meja sudah rapi, lantai sudah disapu dan dipel, gelas-gelas kotor sudah siap pakai kembali. Semua bisa begitu karena jasa seorang office boy.

Manakala office boy tidak masuk karena alasan tertentu, rasanya kondisi lingkungan kerja tidak senyaman yang saya sebutkan diatas. Dalam kondisi demikian saya malah berpikir, jangan-jangan inilah cermin sebenarnya diri kami, para penghuni kantor yang sedikit acuh dengan kondisi lingkungan. Jika sudah demikian kita malah baru sadar betapa pentingnya peran seorang office boy.
Untunglah sejak kecil, orang tua saya menanam kan hidup bersih. Mulai dari mencuci piring setiap kali habis makan sampai dengan menyapu dalam dan luar rumah. Awalnya semua saya kerjakan dengan berat hati, maklum lah anak-anak pikirannya masih ingin selalu bermain. Tapi ternyata kini saya memetik manfaatnya.

Kebiasaan hidup bersih terbawa hingga ke lingkungan kerja. Tanpa disuruh saya selalu berusaha proaktif untuk membersihkan kantor, entah itu menyapu lantai bahkan mengepel lantai. Di kantor sebelumnya pun demikian. Saat rekan kerja lain tak mencuci piring mereka setelah makan, saya berusaha mencuci piring mereka. Saya berusaha berempati pada office boy. Pekerjaan mereka tidaklah mudah. Toh office boy lah yang selama ini membantu kita.

Berkat kebiasaan tersebut saya mendapatkan apresiasi dari kepala sekolah. Meskipun sebetulnya saya tidak mengharapkannya, tapi tidak munafik juga saya senang ketika nama saya disebut di hadapan rekan-rekan lainnya. Intinya sih saya ingin memberikan keteladanan agar rekan-rekan lain melakukan hal yang sama. Secara mandiri membersihkan lingkungan kerja minimal dari dirinya sendiri. Misalnya mencuci gelas usai digunakan sendiri. Sehingga ketika orang lain membutuhkan tidak perlu mencuci gelasnya dahulu.

Memang awalnya banyak yang aneh melihat saya bebersih. Para siswa pun kadang mengeryitkan dahi, bagi mereka yang terbiasa di layani asisten rumah tangga, pekerjaan tersebut sudah merupakan tanggung jawab asisten rumah tangga.

Saya tidak khawatir jika ada anggapan miring bahwa saya sedang mencari muka. Yah apapun yang kita kerjaakan tidak sepenuhnya akan direspon positif oleh orang lain. Yang penting saya melakukan apa yang saya senangi tanpa beban. Siapa sih yang tidak senang hidup bersih?

Salam Hangat
Diskusi bareng saya di twitter @DzulfikarAlala

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Published in Traveling

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *