Untuk yang kedua kalinya saya bisa datang ke pameran otomotif terbesar di Indonesia. Setelah tahun sebelumnya diundang oleh Toyota dan Daihatsu pada GIIAS 2015, kali ini saya diundang oleh Pertamina untuk bincang bahan bakar terbaru yang baru saja diluncurkan, Pertamax Turbo.

Perkembangan bahan bakar di Indonesia emang menarik banget untuk disimak setelah muncul kompetitor dari Belanda dan Malaysia. Disamping itu juga sekarang udah banyak generasi menengah yang bisa membeli mobil baru dengan program LCGC. Uniknya, mobil-mobil murah ini malah sudah memiliki teknologi yang canggih dengan kompresi mesin tinggi di atas 11. Tapi banyak masyarakat belum memahami bahan bakar yang tepat untuk kendaraannya.

Baca juga Fitur Baru Grand New Veloz dan Avanza Terungkap di GIIAS 2015

pertamaxturbo018

Replika Mobil F1 Manor Racing

Nah, ini yang jadi masalah. Bisa beli mobilnya meskipun kredit tapi enggak bisa menentukan bahan bakar yang tepat. Harusnya sih mobil zaman sekarang udah harus meninggalkan bahan bakar bertimbal. Produk pertamina kayak pertalite sebetulnya angin segar buat pemilik mobil LCGC.

Jadi, daripada beresiko pakai bahan bakar timbal mending beralih ke bahan bakar mudah tanpa timbal seperti pertalite. Nah, yang bikin seru, Pertamina kasih opsi lagi nih. Produk Pertamax Turbo ini diklaim meningkatkan power kendaraan meskipun saya belum pernah merasakannya.

Nah, sebelum diluncurkan di Indonesia, Pertamax Turbo ini malah udah diuji dan digunakan di kejuaraan Lamborghini Blancpain Supertrofeo Series di Eropa. Pertamax Turbo ini punya oktan yang lebih tinggi dari Pertamax Plus. Nilai oktan Pertamax Turbo ini 98. Keunggulannya, Pertamax Turbo ini Ignition Boost Formula yang bikin respon pembakaran makin meningkat, hasilnya ya diklaim Pertamina performance-nya jadi makin meningkat.

pertamaxturbo015

Happy dan anteng bawa bocah ke booth Pertamina, ada mainan soalnya.

Peluncuran Pertamax Turbo di Indonesia

 

Berikut petikan wawancara saya dengan M. Reza, Commercial Fuel Ritel Marketing Pertamina di sela-sela peluncuran PertamaxTurbo, Sabtu (13/8/2016) GIIAS 2016 di ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

Kiri mas Reza, kanan Pak Yus.

Kiri mas Reza, kanan Pak Yus.

Apa sebetulnya tujuan Pertamina meluncurkan Pertamax Turbo?

“Tujuannya adalah untuk mengikuti perkembangan teknologi kendaraan yang makin membutuhkan bahan bakar dengan kualitas semakin tinggi, agar efisiensi mesin, ramah lingkungan, dan lain sebagainya bisa didapatkan oleh kendaraan tersebut.”

Sebelumnya Pertamina sudah mengeluarkan Pertalite kemudian kini disusul oleh Pertamax Turbo. Apakah ada indikasi untuk menghapuskan premium?

“Tidak ada. Murni untuk pengembangan sesuai dengan kebutuhan dari kendaraan. Karena keberadaan mobil lama semakin menurun, otomatis mobil sekarang membutuhkan bahan bakar seperti pertalite. Udah gak bisa premium lagi.”

“Melihat pasar seperti itu, kami berusaha mengikuti perkembangan pasar terutama untuk perkembangan kendaraan level atas yang juga membutuhkan bahan bakar yang lebih berkualitas. Itulah dasar mengapa kami mengikuti perkembangan tersebut.”

Jika demikian, kenapa baru diluncurkan di Indonesia setelah sebelumnya diluncurkan terlebih dahulu di Eropa?

“Hal tersebut sebetulnya terkait beberapa hal. Pertama, timing di Eropa mengikuti balapan. Perbedaannya hanya beberapa hari, kami baru meluncurkan 29 Juli 2016.

Di Indonesia sendiri sekarang masyarakat sudah bisa merasakan performa Pertamax Turbo. Saat ini sudah tersedia di delapan SPBU di Jakarta dan satu di daerah BSD, Serpong.”

pertamaxturbo019

Pertamax Turbo ini dilepas dengan harga Rp8700, rentang harganya tidak terlalu berbeda jauh dengan Pertalite, Pertamax bahkan Pertamax Plus. Sebetulnya berapa nilai kekonomian yang didapat oleh Pertamina dari Pertamax Turbo ini?

“Saya tidak yakin bisa menjawab pertanyaan ini karena ini rahasia dapurnya Pertamina.”

Dari laporan media, generasi milenial kini banyak yang beralih ke pertalite, alasannya karena generasi milenial lebih memahami  dan berperan aktif dalam mendukung program ramah lingkungan. Apakah ada harapan dari Pertamina bahwa warga beralih ke bbm yang lebih ramah lingkungan?

“Sebetulnya pasar sudah tersegmentasi dengan sendirinya. Bahkan secara khusus pasar di generasi milenial pun tersegmentasi lagi. Ada grafisnya dan ada demografisnya seperti apa.

Jadi, murni akan kembali ke kebutuhan masing-masing customer.

Tapi, kami sendiri sudah melakukan survey dan menganalisa bersama MarkPlus, kami juga sudah memiliki target atau angka-angka yang ingin kami capai terkait dengan penjualan Pertamax Turbo ini.”

Lalu berapa targetnya?

“Waduh mas, saya harus tanya dulu yah boleh sampaikan atau enggak. bukannya saya gak mau jawab ya. Angkanya sudah ada tapi saya nggak yakin boleh jawab. Silakan nanti hubungi saya lagi ya.” sambil memberikan nomor kontaknya.

Perbandingan Harga Pertamax Turbo dengan jenis lainnya.

  • Pertamax Turbo 98 Rp8.700 per liter
  • Pertamax Plus 95 Rp 8.550 per liter
  • Pertamax 92 Rp 7.550 per liter
  • Pertamina Dex Rp 8.400 per liter
  • Pertalite Rp 7.300 per liter.

Mesin dengan rasio kompresi berapa yang pas sehingga dapat menggunakan Pertamax Turbo ini?

“Pertamax rangenya kompresi antara 10-12. ” jawab mas Reza.

Pembicaraan terpotong kemudian mas Reza mengajak berbincang bersama bapak Tri Yus Wijayanto seorang ahli mesin dari ITB.

“Sebetulnya jika teknologinya tidak ada turbocharger, biasa aja, yang pas mungkin 12 ke atas.” Pak Yus melengkapi.

Berapa persen efisiensi Pertamax Turbo dibandingkan dengan Pertamax Biasa?

“Kalau bicara efisiensinya secara penggunaan bahan bakar tidak dapat. Pertamax Turbo ini sedikit lebih boros. Tapi jika berbicara dari efisiensi POWER, Pertamax Turbo ini lebih Efisien.” jelas pak Yus.

Apakah pernah ada pengujian dengan menggunakan kendaraan yang sudah ada, misalnya kendaraan tahun 2000 ke atas dengan menggunakan Pertamax Turbo ini. Berapa kilometer jarak yang bisa ditempuh dengan 1 liter Pertamax Turbo?

“Sebetulnya itu akan sangat tergantung pada kecepatannya mas. Kalau jalan 60 kmpj dengan 100 kmpj, ya tentu akan lebih hemat yang 60 kmpj.” Terang pak Yus.

Ini kan pertanyaan basic masyarakat, maksud saya pernahkan ada pembuktian berapa kilometer yang bisa ditempuh dengan 1 liter Pertamax Turbo?

“Kalau secara pengujian dengan kecepatan tertentu kita bisa lihat di sini.” Pak Yus pun menunjukkan tabel hasil pengujian Pertamax Turbo menggunakan mobil Mercy dan Camry di smartphone-nya.

“Perlu dibedakan ya mas antara mesin dengan kendaraan,  jika kita bicara kendaraan, disitu ada pengaruh seperti tekanan ban, angin, gaya mengendarai kendaraan yang jauh berpengaruh lebih besar dibandingkan dengan pengaruh bbm terhadap mesin.” Tambah mas Reza sembari menunggu pak Yus membuka file data-nya yang lain.

“Oke ini mas, kalau kita bicara efisiensi jika kendaraan konstan berjalan 60 kmpj.

  • Dengan menggunakan RON 95 antara 16-21 kmpl.
  • Dengan menggunakan Pertamax Turbo (RON 98) 15.7-20.6 kmpl.

Jadi hanya beda sedikit saja.” jelas pak Yus.

“Nah ini data kalau ngebut di tol dengan kecepatan 100kmpj.

  • Dengan menggunakan RON 95 antara 14.5-15 kmpl.
  • Dengan menggunakan Pertamax Turbo (RON 98) 13.9-15.2 kmpl

Jadi, sebetulnya tipis saja. Borosnya tipis antara 1-4 % saja. Keuntungannya power, akselerasi, nanjak, ngebut, itu semua lewat mas.” ungkap Pak Yus.

 

Ini datanya bisa di-share tidak pak?

“Oke, nanti akan kami share menggunakan infografis dengan data yang bisa dipertanggung jawabkan mengikuti standar pengetesan, yang bisa di akses lewat akun twiter @PertamaxIND” kata mas Reza.

Ini mobil yang digunakan untuk pengujian menggunakan mobil keren seperti Camry, apakah nanti tidak akan ada pertanyaan dari masyarakat sedangkan yang akan menggunakan nanti adalah mobil-mobil biasa?

“Sebetulnya Camry kompresinya cuma 9.8. Tidak menggunakan turbo, bukan direct injection. Kelihatannya saja mobil mewah tapi teknologinya biasa saja.”

“Avanza kompresinya 11. Agya dan sebagainya juga 11. Mungkin mereka tidak akan membeli bahan bakar Pertamax Turbo dan memilih pertalite karena faktor perbedaan harga.”

“Tapi kalau mereka sudah pernah coba, pasti rasanya enak banget.” pungkas pak Yus.

Bareng mas Reza

Bareng mas Reza

Bareng Pak Yus

Bareng Pak Yus

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+