Skip to content →

Akankah Senja Kala Radio Terjadi Ketika Spotify Makin Menggema di Indonesia?

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Pertanyaan itu menggelayut setelah saya membaca sebuah artikel yang membahas tentang fenomena senjakala radio karena Spotify, pemutar lagu streaming. Seperti yang diungkapkan mas Tuhu Nugraha Dewanto, Spotify hadir di Indonesia genap hampir empat bulan (Rilis tanggal 20 Maret 2016).

Perkenalan saya dengan Spotify sebetulnya sejak November 2015 lalu di kantor baru. Hampir semua teman-teman saya sudah menggunakan Spotify sebagai pemutar lagu sebagai teman sambil bekerja. Tentu kami semua menggunakan headset masing-masing agar tidak saling mengganggu.

Baca juga: Tips membuat viral content lengkap dengan contoh judulnya

Namun karena belum resmi hadir di Indonesia, saat itu mau tidak mau saya menggunakan vpn untuk bisa mengakses Spotify. Awalnya saya suka mendengarkan lagu lewat Youtube, namun karena memakan paket data yang cukup besar saya beralih ke SoundCloud.

Semua jadi berbeda setelah pertama kali saya mengenal Spotify. Terus terang bukan saya yang takjub, tapi juga teman-teman saya. Koleksi lagu di Spotify itu terlalu lengkap menurut saya hahahaha. Dari lagu jadul hingga kekinian juga ada. Gak percaya? Coba deh search lagu jadul kesukaan anda semasa kecil dulu.

senjakala radio karena spotify
Instagram

Dari Lantunan Ayat Suci Al-Quran Hingga Lagu “Darso” Sunda

Alasan inilah yang membuat kami suka dengan Spotify. Saat Ramadan seperti ini, saya tidak perlu lagi repot mencari koleksi lagu. Cukup memilih sesuai dengan genre atau mood. Playlist Spotify memang sangat beragam dan mungkin sudah terlalu banyak playlist yang ditawarkan.

senjakala radio karena spotify

Saat ini kadang-kadang saya selau iseng mencari lagu-lagu yang pernah saya dengar saat masa kecil. Ya contohnya Darso deh. Buat saya lagu Darso itu banyak menyimpan kenangan terutama saat datang ke pernikahan-pernikahan waktu di Bandung. Selain Degung Sunda, salah satu yang tak pernah lewat diputar adalah lagu-lagu Darso. Bahkan kerap diputar di angkot-angkot kota Bandung, zaman dulu.

Kelebihan dan Kelemahan Spotify

  • Koleksi lagu lengkap
  • Banyak pilihan playlist
  • Familiar untuk digunakan
  • Versi non-premium terdapat jeda seperti iklan radio
  • Selalu ter-update dengan lagu terbaru, ter-viral, dan top song melalui playlist yang disediakan.
  • Harus selalu terkoneksi dengan internet
  • Bisa download jika sudah beli versi premium
  • Bisa diakses dari berbagai gawai (download apps-nya terlebih dahulu)
  • Harus memiliki akun (Bisa register dengan menggunakan akun Facebook)

Channel baru untuk beriklan

Tak berbeda jauh seperti media cetak yang merasa “direbut” kue iklannya oleh media sosial seperti Facebook dan raksasa Google, tampaknya Spotify bisa menjadi channel baru untuk beriklan. Saya pikir hal ini cukup beralasan karena masih banyak pengguna Spotify gratisan yang streaming dari kantor maupun rumahnya, ya seperti saya hahahaha.

Jeda iklan di Spotify saat ini masih bisa ditoleransi. Itupun jeda iklan promosi Spotify buka dari produk yang sudah ada di Indonesia. Namun, jika Spotify memiliki data jumlah pengguna di Indonesia, tentu ini akan menjadi tantangan serius untuk industri penyiaran dalam hal ini radio.

senjakala radio karena spotify
Instagram

Senjakala Radio

Benar bahwa radio memiliki engagement yang berbeda dengan Spotify. Radio memiliki penyiar yang bisa berinteraksi dengan pendengar melalui sosial media atau telepon saat siaran. Sedangkan Spotify hanya satu arah dan sepenuhnya bisa dikendalikan sesuai dengan selera pendengar.

Pergeseran penggunaan pemutar musik saat ini mungkin sudah beralih ke arah streaming. Bukan hanya radio yang menurut saya akan terancam. Pemutar lagu seperti iPod pun bisa tergerus oleh Spotify. Lupakan iTunes yang semakin lama semakin ribet digunakan.

Terus terang dalam penggunaan Spotify saya hanya mengandalkan dua button, yaitu Browse dan Search. Selebihnya saya biarkan Spotify memilih lagunya secara random/shuffle.

Antisipasi Radio

Bagi saya, radio memang harus lebih kreatif dalam mengemas programnya. Kini, masyarakat sudah memiliki terlalu banyak pilihan untuk mendengarkan musik favoritnya. Untuk beberapa radio top yang memiliki penyiar terkenal mungkin akan sedikit terbantu dengan loyalitas penggemarnya.

Namun, radio harus menyadari bahwa selera generasi millennial ini sangat dinamis. Makin menarik karena seperti riset Pertamina bahwa salah satu hal yang membuat konsumsi Pertamax dan Pertalite meningkat karena peran generasi millennial yang memilih bahan bakar yang lebih bagus untuk performa kendaraan mereka. Bukan generasi diatasnya yang selalu berpikir murah dan praktis.

Baca juga: Iklan Viral Generasi Millenial

Generasi millennial kini sudah teredukasi dengan baik meskipun tidak seluruhnya. Namun kelemahannya, generasi millenial ini merupakan generasi yang mudah membebek. Jika salah satu trend setter-nya bisa mengarahkan ke arah yang lebih baik, tentu akan semakin baik.

Untuk radio-radio berita semacam Elshinta mungkin tetap bisa eksis karena memiliki segmen yang berbeda dengan generasi millennial. Yang bisa terancam bisa jadi radio-radio yang selama ini menyasar segmen anak muda seperti Prambors FM.

Mungkin ancaman bagi radio saat ini belum tampak nyata. Namun seiring dengan perkembangan ponsel murah dengan fasilitas 4G seharaga nasi padang, saya rasa Radio harus mulai bebenah.

Jujur, saya pribadi sudah tidak pernah menyetel televisi dan radio sejak memasang internet unlimited di rumah. Dan jika Spotify sudah hadir di setiap kendaraan dan angkutan. Maka siap-siaplah dengan sejakala Radio. Agak menyakitkan memang untuk mendengarnya. Namun inilah kenyataan yang harus disiapkan agar tidak tergerus zaman.

Radio jangan seperti Nokia yang digdaya mengatakan Android itu hanya seekor semut merah. Radio jangan menutup mata ketika pendapatan Kompas Group dan TEMPO berkurang karena Facebook Ads dan Google Adword. Radio jangan pongah seperti KODAK yang akhirnya harus mengakui virus selfie lewat kamera digital.

Akhirnya, kita harus beradaptasi, apa yang bisa kita lakukan untuk bangsa ini?

Featured Image

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Published in Opini Tekno

8 Comments

  1. Biasanya klo pas di daerah terpencil saat susah cari hiburan, radio bisa jadi andalan

  2. iya pas dikendaraan biasanya pas banget buat dengerin radio, terutama kalo pgn cari info kemacetan

  3. Aku paling nyetel radio kl pas lagi naik kendaraan aja wkwk 😀

  4. Harus ada inovasi memang mas, tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

  5. saya jarang denger Radio
    tapi dulu pernah kerja di Radio, smoga ga gulung tikar

  6. masif emang spotify

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *