Serunya Ikut Aksi Tanam 1000 Pohon di Cianjur

Kemarin (19/12/2017) saya dan rombongan wartawan diundang oleh @satu_indonesia untuk menanam 1.000 pohon di Desa Cijedil, Kec Cugenang, Cianjur. Alhamdulillah perjalanan dari Jakarta ke Cianjur relatif lancar dan sepanjang mendaki puncak, pemandangan jalan benar-benar menyuguhkan suasana ala Swiss, berkabut dengan udara yang dingin.

Setelah sampai di lokasi, kemudian kami berganti kendaraan. Awalnya perjalanan menggunakan bus, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kota. Setelah berada di angkot dan mengikuti perjalan, memang benar, ternyata jalannya sangat sempit dan hanya muat untuk satu kendaraan. Setelah itu kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 2 kilometer.

A post shared by Dzulfikar (@dzulfikaralala) on

Perjalanan menuju desa Cijedil lumayan berat karena diiringi rintik hujan. Jalan becek dan juga bertanah. Sepatu saya sampai penuh dengan lumpur dengan wujud yang tak karuan. Begitu juga dengan sepatu peserta lain yang takluk dalam medan jalan berlumpur. Cuma sepatu boot dan sandal gunung yang tampaknya cukup mulus melenggang di jalan berlumpur disertai dengan rintik hujan.

Beberapa blogger dan jurnalis sepertinya memang tak menyangka jika medan jalan yang bakal dilalui akan seperti itu. Rata-rata mereka menggunakan sepatu sport, sehingga agak licin di jalan menyusuri kebun kebun membelah desa.

Kami langsung disambut oleh Kepala Desa Cijedil, Cianjur dan Babinsa, serta beberapa aparat desa setempat. Desa Cijedil dalam beberapa tahun kebelakang menurut penuturan Kades, kekurangan air karena banyak pohon yg dibabat masyarakat.

A post shared by Dzulfikar (@dzulfikaralala) on

Padahal potensi lahan yang bisa ditanam kata pak Kades sekitar 10-38 hektar. Tahun sebelumnya Astra menanam 1000 pohon di dekat Batu Kasur, Cianjur. Demi menjaga keseimbangan lingkungan dan memulihkan cadangan air, salah satu caranya adalah dengan menyuburkan kembali lahan-lahan kritis.

Tahun ini, Astra telah menanam genap lebih dari 4 juta pohon sejak tahun 2008 di beberapa daerah kata Head PR Astra Bapak Yulian Warman. Harapannya pohon yang ditanam bisa memperbaiki lingkungan dan juga bermanfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang. Itulah sebabnya pohon yang ditanam dipilih dari pohon-pohon keras dan berbuah serta beberapa pohon endemik yang ada di sekitarnya.

Saat aksi tanam pohon di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur ini beberapa pohon yang ditanam diantaranya seperti pohon Manggis, pohon Jengkol, pohon Jambu Jamaica dan pohon Rambutan. Di beberapa tempat bahkan Astra menanam pohon Gaharu yang terkenal mahal namun disesuaikan dengan ketinggian daerahnya.

A post shared by Dzulfikar (@dzulfikaralala) on

Astra berusaha untuk mengembalikan populasi pohon produktif seperti jengkol, manggis, jambu dan pohon keras lainnya agar bisa dipanen dan tetap bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Program penanaman pohon ini merupakan wujud dari kepedulian Astra dalam menjaga keseimbangan lingkungan yg sejalan dengan salah satu butir Catur Dharma Astra “Menjadi milik yang bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.”

Astra juga memberikan dukungan pemberdayaan masyarakat, para petani sembari merawat pohon yang ditanam sebagai mitra.

Secara simbolis beberapa rekan blogger dan jurnalis membantu menanam sekitar 100 pohon dalam gerakan 1000 pohon yg ditanam di desa Cijedil, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.

Salah satu peserta diantara blogger dan jurnalis terselip salah satu pemenang Satu Indonesia Awards 2017, Ritno Kurniawan dari Padang Pariaman, Sumatera Barat.

A post shared by Dzulfikar (@dzulfikaralala) on

“Dulu, hampir setiap hari ada 10 sampai dengan 15 gelondongan kayu keluar dari hutan, sekarang Alhamdulillah sudah semakin berkurang” kata mas Ritno Kurniawan salah satu pemenang @satu_indonesia Awards 2017 dalam bidang lingkungan.

“Dulu hanya ada 25 orang yg bergabung, kini anggota komunitas LA Adventure di Padang Pariaman sudah memiliki 170 anggota. Dan mereka semua adalah warga yang awalnya berprofesi sebagai penebang hutan, kini beralih menjadi pemandu wisata” tambahnya.

Ritno berhasil mengelola 500 hektar tanah adat di Padang Pariaman dengan membuka Ekowisata. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kebiasaan warga menebang hutan. Ritno melihat ternyata ada pasar yang bisa digarap terutama wisatawan yang sangat menyukai dengan trekking dan hiking. Jalur wisata yang dikelola komunitas LA Adventure dapat ditempuh sekitar 5.3 km.

Kini, dengan hadirnya ekowisata yang bisa memberikan nilai ekonomi, berhasil membuat warga beralih profesi. Mereka tak lagi menebang hutan, mereka makin sadar betapa pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Atas usahanya itulah, Ritno mendapatkan penghargaan SATUIndonesia Awards 2017 dari Astra dan mendapatkan uang pembinaan 60jt untuk mengembangkan ekowisata yang sudah dimulainya agar lebih berkembang, berdampak lebih banyak dan berkelanjutan.

Bahkan menurut penuturan Ritno, pemerintah setempat malah sudah menganggarkan 1 milyar rupiah untuk membangun gedung di base camp LA Adventure sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada warga.

Astra sengaja mengajak Ritno untuk berbagi cerita pada dihadapan blogger, jurnalis dan petani di Cijedil, Cianjur. Utamanya, bagaimana cara Ritno mengubah pola pikir warga yang awalnya mencari nafkah dengan menebang pohon di hutan.

Suatu kehormatan karena DzulfikarAlala.com punya satu pohon asuh yg ditanam bersama dengan jurnalis dan blogger lainnya di Desa Cijedil, Cianjur.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+

6 Replies to “Serunya Ikut Aksi Tanam 1000 Pohon di Cianjur”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *