Skip to content →

Tag: 10daysblogging

Kopi Andalan Indonesia, Saatnya Mendunia!

Jika menulis masalah kopi, rasanya tidak bisa sekaligus selesai. Caranya harus sama ketika menikmati kopi itu sendiri. Diseruput pelan-pelan selagi panas. Tidak perlu terlalu buru-buru menikmatinya, apalagi jika harus ditiup atau di tuangkan ke sebuah piring kecil. Tentunya kopi nikmat itu akan segera habis. Ibarat menikmati cokelat, tidak perlu langsung di kunyah dan ditelan langsung. Tapi dinikmati dengan menempelkan cokelatnya di langit-langit dinding mulut kita. Wahhh lelehannya seperti meledak di mulut. Sama persis dengan cara menikmati secangkir kopi di pagi atau sore hari.

Kebetulan saya sempat berbincang-bincang dengan Pak Bondan Winarno pada sebuah acara yang diselenggarakan Kompasiana dan Urbanesia di Kopi Oey Fatmawati. Dari perbincangan tersebut banyak hal yang membuat saya terkejut. Salah satunya ternyata tak mudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Artinya, selama ini kebanyakan orang Indonesia bukan membeli kualitas sebuah rasa dan kenikmatan kopi, bisa jadi hanya unsur gengsi semata.

Leave a Comment

Apa Jadinya Jika Tidak Ada Lagi Tukang Pijet Tradisional?

image

Wah rasanya kita pasti bakal kesulitan yah mencari tukang pijet langganan gara-gara ada salon massage ala Thailand. Sebetulnya keberadaan salon massage Thailand bisa jadi ancaman tapi bisa jadi juga menjadi sebuah peluang. Yang namanya persaingan sudah pasti ada di setiap lini. Tinggal kitanya aja yang mempersiapkan diri, entah itu mengupgrade diri atau melakukan terobosan-terobosan kreatif.

Banyak hal yang  bisa diunggulkan dari salon lokal atau pun pijat tradisional. Bahkan ada beberapa blogger yang berprofesi sebagai tukang pijet di negeri Arab sana. Pijatan orang Jawa malah lebih makjoss buat orang Arab sekalipun. Nah, tinggal kitanya aja melakukan diversifikasi dengan salon massage ala Thailand.

Leave a Comment