Skip to content →

Tag: 10daysforAsean

Kopi Andalan Indonesia, Saatnya Mendunia!

Jika menulis masalah kopi, rasanya tidak bisa sekaligus selesai. Caranya harus sama ketika menikmati kopi itu sendiri. Diseruput pelan-pelan selagi panas. Tidak perlu terlalu buru-buru menikmatinya, apalagi jika harus ditiup atau di tuangkan ke sebuah piring kecil. Tentunya kopi nikmat itu akan segera habis. Ibarat menikmati cokelat, tidak perlu langsung di kunyah dan ditelan langsung. Tapi dinikmati dengan menempelkan cokelatnya di langit-langit dinding mulut kita. Wahhh lelehannya seperti meledak di mulut. Sama persis dengan cara menikmati secangkir kopi di pagi atau sore hari.

Kebetulan saya sempat berbincang-bincang dengan Pak Bondan Winarno pada sebuah acara yang diselenggarakan Kompasiana dan Urbanesia di Kopi Oey Fatmawati. Dari perbincangan tersebut banyak hal yang membuat saya terkejut. Salah satunya ternyata tak mudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Artinya, selama ini kebanyakan orang Indonesia bukan membeli kualitas sebuah rasa dan kenikmatan kopi, bisa jadi hanya unsur gengsi semata.

Leave a Comment

VISA, Masih Perlu atau Tidak Ya?

Apa sih sebenernya perbedaan Visa sama Paspor? Saya coba sederhanakan ya. Kalau paspor itu ibarat KTP. Jadi isinya ya data diri seperti tanggal lahir, alamat, kebangsaan, bahkan agama dan golongan darah juga. Kalau KTP cuma selembar kartu, sedangkan paspor dalam bentuk sebuah buku kecil.

Nah fungsinya ya itu tadi, sebagai identitas diri ketika kita bepergian ke luar negeri. Jelas gak cukup kalau cuma pakai KTP untuk pergi ke luar negeri. Karena KTP hanya berlaku di dalam negeri. Paspor adalah model ID yang berlaku secara internasional. Jadi paspor bisa dibilang KTP-nya dunia lah.

Sedangkan Visa itu adalah izin masuk. Ibaratnya gini deh. Kita sering liat ada petunjuk di setiap kampung.

Tamu lebih dari 1 x 24 jam harap lapor RT!

Leave a Comment

Indonesia, Wandering ASIA!

Sunrise di Pulau Kotok, Kepulauan Seribu (dok.pribadi)

Menyesakkan dada memang jika keindahan Indonesia ternyata kurang begitu gereget di mata wisatawan asing apalagi wisatawan lokalnya. Sebetulnya ada beberapa alasannya. Pertama bisa jadi karena kurang promosi dan yang kedua adalah infrastrukur yang bikin meringis para traveller untuk bisa menuju destinasi wisata.

Salah satu contoh, untuk pergi ke Gunung Bromo, Malang, harganya masa sama dengan ketika harus kita ke Pantai Sawarna, Banten. Come on! Pantai Sawarna itu cuma beberapa kilo meter saja dari Jakarta, tapi kenapa akomodasi dan transportasinya lebih murah ke Malang? That’s a big question!

Leave a Comment

Makna dibalik Kemiripan Pesona Candi Borobudur dan Angkor Wat

Borobudur (dok.transport-borobudursunrise.blogspot.com)

Borobudur di Indonesia merupakan salah satu keajaiban dunia yang tidak terbantahkan lagi. Tapi sayangnya jika dibandingkan dengan Angkor Wat di Kamboja, Borobudur masih kalah pamor. Padahal sejatinya Borobudurlah yang berusia jauh lebih tua, 350 tahun dibandingkan Angkor Wat. Borobudur seharusnya bisa lebih mendunia dan menjadi destinasi utama.

Tapi bukan itu yang ingin saya bahas disini. Apa yang ingin saya kemukakan disini adalah tentang kemiripan relief yang ada di Candi Borobudur dan Candi Angkor Wat. Meskipun relief Candi Borobudur dikatakan cukup porno oleh seorang budayawan, namun Borobudur tetap selalu menjadi destinasi utama anak-anak sekolah untuk melakukan karya wisata.

Leave a Comment