Skip to content →

Tag: edukasi

Orang Tua pun bisa Bersifat Reaktif

image
Illustrasi pentingnya hubungan anak dan ayahnya

Ternyata bukan hanya anak anak yang bisa bersifat reaktif. Orang tua pun sejatinya berpotensi bersifat reaktif terutama jika menyangkut perilaku anaknya disekolah. Meskipun terkadang belum tentu apa yang disampaikan sekolah kepada orang tua merupakan hal yang negatif.

Reaktif adalah perilaku yang sebetulnya tidak menyelesaikan masalah. Biasanya dia malah menyalahkan orang lain atau mencari cari penyebab kesalahan dari luar. Reaktif bertolak belakang dengan proaktif. Maka jika menghadapi orang tua yang reaktif memang diperlukan bukti-bukti yang cukup kuat agar orang tua bisa memercayainya.

Sore kemarin saya mendapatkan sebuah contoh bagaimana orang tua bisa bersifat reaktif. Ceritanya adalah ada seorang guru yang mendapati anak didiknya menggambar seorang anak laki-laki sambil menginjak bayi dan gambarnya seperti berlumuran darah. Mengerikan memang. Apalagi anak ini ternyata belum genap duduk di bangku sekolah dasar.

Mengetahui hal tersebut sang guru kemudian mengorek lebih dalam mengapa anak ini bisa menggambar sebuah gambar yang sadis untuk anak seusianya. Ternyata dia merasa kesepian dalam keluarganya sendiri. Hampir setiap hari kedua orang tuanya pulang malam sehingga dia tak memiliki teman.

Dia berujar bahwa jika ayahnya pulang lebih awal, itupun langsung masuk ke kamarnya dan malah sibuk dengan iPad-nya. Ia merasa bosan dan kesepian. Ayahnya jarang menemaminya bermain atau belajar. Sedangkan ibunya lebih memilih untuk senam bersama teman-temannya sebelum pulang kerumah.

Itulah penyebab mengapa ia merasa bosan dan kesepian. Ia merasa tidak diperhatikan oleh orang tuanya. Ia seperti kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Akhirnya pihak sekolah berusaha untuk mengkomunikasikan temuan tersebut. Sayangnya orang tuanya justru menyalahkan pengaruh keluarga lainnya. Padahal harapannya orang tua bisa menyadari bahwa anaknya selama ini menginginkan orang tuanya hadir di rumah bersamanya.

Jika sudah demikian sekolahpun perlu berhati-hati menyampaikan hal tersebut dengan baik. Agar orang tua tidak justru malah memarahi anaknya. Orang tua yang sibuk seperti ini persis seperti apa yang dikatakan Prof. Komaruddin Hidayat bahwa anak-anak hanya ibarat bahan pakaian yang di berikan kepada penjahit.

Bagaimanapun sekolah bukan saja perlu mendidik anak tapi juga dalam kasus seperti ini harus turun tangan agar keluarganya bisa berubah menjadi lebih positif agar anaknya bisa tumbuh dan belajar dengan baik. Anak-anak sekarang mungkin memang lebih beruntung dari segi finansial tapi miskin perhatian kedua orang tua.

Salam Hangat

Leave a Comment

Memahami Karakter Siswa dari Juz Al-Quran

image
Illustrasi apps iQuran di Android

Ilmu ini didapat dari ayah saya. Setelah bermeditasi dan berpuasa selama beberapa hari akhirnya ilmu ini bisa juga saya dapatkan hahaha lebay dot com.

Basis dari ilmu pembaca karakter ini adalah quranic power. Kebetulan ayah saya pernah bertemu langsung dengan penemu quranic power. Kitab suci Al-Quran yang dijadikan rujukan untuk membaca karakter diri maupun orang lain.
Lanjut baca… Memahami Karakter Siswa dari Juz Al-Quran

Leave a Comment

Belajar Membuat Poster

image

Poster bisa digunakan sebagai media belajar. Kebetulan ada topik tentang “what do you do?” Topik tersebut membahas tentang profesi atau pekerjaan. Sepekan sebelumnya saya meminta anak-anak untuk membuat poster dengan tema profesi. Anak-anak bebas menentukan profesi apa yang akan mereka pilih.

Hasilnya ternyata banyak diantara mereka yang memilih profesi dokter. Mungkin lebih mudah dicari sumbernya. Tapi ada juga profesi lain yang mereka pilih seperti koki, guru dan pilot. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat poster yang menarik.

  1. Poster hendaknya terbaca dari jarak 30-40 sentimeter. Sehingga orang yang membacanya tidak mengalami kesulitan.
  2. Bahasa yang digunakan dalam poster pun harus jelas. Tentunya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  3. Gambar harus memiliki satu tema unik. Misalnya jika memilih pilot, bisa ditambahkan gambar pesawat, runway pesawat bahkan Airport.
  4. Tulisan tidak perlu terlalu banyak. Cukup tulisan singkat mencakup 5 W dan 1 H atau KISS, Keep It Simple and Short.
  5. Jika menggunakan photoshop lebih baik di print dengan menggunakan kertas khusus (kertas foto, kertas manila atau kertas karton) dan bukan kertas HVS agar lebih awet.
  6. Akan lebih baik untuk poster pembelajaran dikelas ditulis tangan dengan gambar sebisa mungkin. Poster tersebut akan telihat sekali orisinalitasnya.

Demikianlah tips singkat bagaimana membuat poster yang menarik dan unik.

Selamat berkarya.

Leave a Comment