Skip to content →

Tag: ehipassiko

Inilah Kondisi Banjir di Mutiara Pluit Tangerang

Pekan lalu (26/2) saya berkesempatan untuk mengunjungi korban banjir di Mutiara Pluit, Kelurahan Priuk, Tangerang. Inilah pertama kalinya saya terjun langsung melihat kondisi perumahan yang telah terendam banjir selama hampir sepekan. Hampir 80 persen perumahan Mutiara Pluit terendam banjir. Sisanya yang tidak terendam pun tidak cukup beruntung, terisolasi bagaikan hidup di sebuah pulau terpencil, tak ada listrik dan sulit mendapatkan air bersih.

Praktis transportasi utama yang digunakan selama terendam banjir adalah perahu karet yang disediakan oleh pemerintah kotamadya setempat yang di bantu oleh beberapa petugas kepolisian yang bergantian melakukan piket. Tugas mereka mulai dari mengevakuasi korban banjir, hingga mengantarkan korban banjir kembali untuk memeriksa rumahnya yang ditinggal mengungsi.

Leave a Comment

Memburu Sunset hingga ke Tanjung Layar Sawarna

image

Sunset dimanapun akan terlihat berbeda meskipun mataharinya sama. Itulah salah satu keajaiban alam. Ibarat seorang gadis yang akan tidur, ia akan terlihat begitu cantik dimanapun tertidur. Entah itu di kereta, metro mini atau terduduk termangu menunggu pesawat di bandara.

Begitu juga sunset yang kali itu saya saksikan di Tanjung Layar Desa Sawarna Banten. Kata pemandu lokal bahwa selama tiga hari sebelumnya, nyaris turis lokal selalu gagal melihat sunset karena tertutup awan dan hujan. Begitu juga saat saya hampir tiba di tanjung layar bersama beberapa peserta didik. Sekonyong-konyong hujan menyambut kedatangan kami hanya beberapa depa lagi dari tanjung layar. Huft…

2 Comments

Thanks to @benakribo and @nadyafatira for your inspirations

image

image

17 Desember 2013 lalu hadirnya Benakribo dan Nadya Fatira berhasil mengugah para siswa Ehipassiko Sch BSD untuk lebih rajin ngeblog. Kerjasama ini bisa terlaksana karena kerja keras anak-anak markom kompas.com yang di sponsori oleh Kratingdaeng. Kompasiana hadir untuk memberikan edukasi kepada para siswa bahwa mereka bisa melakukan banyak hal positif dengan internet. Terimakasih mas Iskandarjet, temen-temen Markom, Grazera, dan Kratingdaeng sebagai sponsor.

Leave a Comment

#4 Tugas Ekskul Jurnalistik: Memahami Sekolah Ideal dari Sudut Pandang yang Berbeda

Illustrasi tokoh yang di wawancara (dok.pribadi)

Definisi sekolah ideal memang akan sangat bergantung pada siapa yang ditanya. Saya pikir topik tersebut sangat menarik untuk di ekplorasi lebih dalam lagi. Nah, kali ini saya meminta anak-anak junalistik untuk mewawancara beberapa orang yang mereka kenal. Bisa saja teman mereka di sekolah, guru mereka atau teman-teman mereka di dunia maya. Khusus untuk teman di dumay, otomatis mereka melakukan wawancara secara online. Entah itu menggunakan sosial media atau surat elektronik.

Kebetulan beberapa anak sudah memahami dan sudah mempraktikkan bagaimana melakukan wawancara yang baik. Materi wawancara sudah mereka dapatkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jadi, saya sebagai pembimbing Jurnalistik tidak perlu kerja dua kali. Yang perlu saya lakukan adalah bagaimana mereka mempertajam pertanyaan dan memperjelasnya dalam bentuk laporan wawancara.

Leave a Comment

#3 Tugas Ekskul Jurnalistik: Bercerita Melalui Foto

20130826_073856
Salah satu contoh bidikan saya setelah memahami dan membaca modul om Didiet tentang Rules of Third atau komposisi dalam fotografi 🙂 (dok.pribadi)

“Setiap fotografer itu bukanlah penulis” saya lupa siapa yang mengatakan hal itu tapatnya, yang jelas orang yang mengatakannya dalam status facebook itu adalah anggota kampret (kompasianer hobi jepret). Yah antara Om Didiet atau mas Harja. Dari komunitas itulah saya belajar fotografi dengan menggunakan kamera smartphone seadanya.

Terkait dengan quote diatas, akhirnya saya membagikan materi yang pernah di bahas oleh om Didiet tentang Rules of Third atau komposisi dasar fotografi kepada anak-anak eksul jurnalistik. Sepekan sebelumnya saya meminta mereka untuk membawa sebuah kamera. Tidak harus kamera DLSR, jadi mereka bebas membawa kamera jenis apa saja.

Leave a Comment