Skip to content →

Tag: lomba

Lomba Twitpic #AnakJakarta @AntiMiras_ID @FahiraIdris #Jakarta

kelorGerakan Anti Miras yang digagas oleh Uni Fahira Idris kali ini menggelar kembali lomba twitpic. Uni Fahira memang sangat rajin mengkampanyekan bahaya miras. Selain mengelar lomba-lomba, uni juga aktif membentuk sukarelawan di berbagai daerah seluruh Indonesia yang akan menjadi ujung tombak kampanye Anti Miras. Lanjut baca… Lomba Twitpic #AnakJakarta @AntiMiras_ID @FahiraIdris #Jakarta

Leave a Comment

SinarMasLand Menyelenggarakan Writing and Photo Competition 2013

sml
Tausiyah dari Ust. Taslim

Sinar Mas Land secara resmi membuka kembali writing and photo contest 2013 di Prive Club, FX Mall 8th Floor, Jakarta (24/7). Sinar Mas Land selain mengundang para jurnalis dari berbagai media, juga mengundang komunitas fotografi dan blogger dari komunitas Blogger Reporter. Acara peresmian lomba digelar bersamaan dengan acara tausiyah dari ustad Taslim sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Lomba menulis dan foto pada tahun sebelumnya terpisah, mengingat animo peserta yang begitu besar tahun ini digabungkan dengan hadiah ratusan juta rupiah. Tahun lalu ada sekitar 132 juta rupiah yang disediakan bagi para pemenang lomba, sedangkan tahun ini hadiah ditingkatkan menjadi seklitar 261 juta rupiah yang dibagi ke dalam masing-masing kategori lomba. Lanjut baca… SinarMasLand Menyelenggarakan Writing and Photo Competition 2013

Leave a Comment

Class Meeting Lebih Menyenangkan

Setelah menempuh Ujian Kenaikan Kelas (UKK) selama satu pekan, akhirnya para siswa bisa melaksanakan kegiatan yang ditunggu-tunggu yaitu class meeting. Class meeting merupakan program OSIS yang biasanya dilakukan setelah ujian diselenggarakan. Hal ini dimaksudkan selain untuk mengisi kegiatan setelah kegiatan belajar mengajar selesai, juga mempertemukan masing-masing kelas untuk berkompetisi dalam berbagai lomba. Lomba-lomba yang disajikan lebih banyak olah fisik seperti footsal, basketball, dan lain sebagainya.

Lanjut baca… Class Meeting Lebih Menyenangkan

Leave a Comment

Food Photoghrapy

image

Entah sejak kapan saya mulai suka mengabadikan foto-foto makanan. Rasanya asyik aja bisa foto makanan dari berbagai angle. Apalagi jika makanan itu adalah makanan langka atau memang makanan yang pertama kali dicicipi.

Foto diatas adalah foto sepiring batagor atau baso tahu goreng Bandung. Saya begitu menggemari Batagor. Jika ke Bandung belum mencicipi Batagor Djuanda, rasanya seperti belum ke Bandung. Sering kali saya membungkusnya untuk di bawa ke Tangsel.

image

Menu ikan boleh dibilang jarang tersaji di meja makan. Selain belum punya meja makan juga hanya saya yang gemar makan ikan di keluarga istri saya. Mertua saya sekarang sudah bosan dengan ikan karena pada saat masih aktif dulu selalu dibekali berbagai macam jenis ikan dari kantornya.

Jadi ketika saya butuh asupan ikan, biasanya saya lari ke tukang pecel lele. Nah foto diatas adalah ikan bakar khas Situbondo. Saya sangat lahap menikmati ikan bakar tersebut. Di Situbobdo ikan termasuk makanan yang murah karena mudah didapat. Sebaliknya di Tangsel harga ikan laut lumayan rada mahal dan tidak sesegar ikan-ikan dari Jawa Timur. Rasanya memang lain.

image

Boleh dibilang baru pertama kalinya saya melihat pohon sukun secara nyata. Apalagi ternyata buah sukun kulitnya berwarna hijau. Beda setelah digoreng, sukun biasanya berwarna kuning keemasan. Foto buah sukun yang masih tergantung di pohonnya itu saya ambil di daerah Tasikmalaya ketika bersillaturrahmi ke seorang sahabat orang tua saya.

image

Roti cane dalam bayangan saya hanya dimakan dengan sebuah kari. Karena awalnya memang saya merasakan ketika makan gratis di sebuah restauran india. Eh ternyata di sebuah kedai Aceh di Pamulang ada hidangan roti cane manis yang disajikan dengan gula putih dan susu kental manis.

image

Selain menu roti cane, saya perhatikan mie goreng Aceh ini termasuk menu yang paling banyaj di pesan.

image

Nah kalau ini paduan yang menarik. Cup cakes dengan minuman buah yabg segar. Saya mendapatkannya secara free ketika berkunjung dalam acara urbanesia dan kompasiana di holycow steak Kemang.

image

Siapa yang tak suka sambal? Bahkan Tuhan pun sudah maklum pada hambanya yang suka tobat sambal. Saat kepedasan bilang tobat tapi esoknya makan sambal lagi.

Meskipun saya bukan orang Padang tapi saya suka makanan pedas. Hanya saja perut memang tidak bisa dibohongi. Perut saya masih asli perut Sunda yang tak tahan pedas. Biasanya rasa pedas saya netralisir dengan lalapan atau air teh tawar hangat.

image

Kalau lihat bentuk nasi yang disajikan dengan daun pisang sebagai alas selalu ingat tanah Sunda. Nasi liwet memang nikmat dimakan hangat dengan cocolan ikan asin dan sambal tentunya.

image

Nasi kuning biasanya saya dapati ketika sarapan pagi saat liburan. Namun, jika ada sebuah hajatan biasanya sang empunya hajat pun menyediakan nasi kuning.  Biasanya nasi kuning ditemani dengan irisan telur dadar, tempe kering, telur balado. Jika beruntung kadang bisa ditambah sekerat daging ayam atau empal.

image

Kalau urusan kue, sebetulnya saya suka sekali kue cokelat. Apalagi jika dipinggirnya dilapisi dengan irisan batang cokelat. Wah rasanya cukup untuk persediaan cemilan satu pekan. Saya bersyukur karena jika murid-murid saya berulang tahun, setidaknya ada dari mereka yang kue ulang tahunnya berupa kue cokelat.

image

Temannya kue tentu saja kopi. Meski saya bukan penggemar berat kopi, tapi saya sangat menyukai kopi-kopi dari berbagai daerah. Bahkan di rumah saya masih ada stock kopi Lampung, Kopi Aceh dan Kopi Toraja. Semuanya hasil nodong pada keluarga yang jalan-jalan ke daerah-daerah tersebut hahahahaha. Pokoknya oleh-oleh kopi itu lebih ringkas dan awet.

image

Untuk urusan trend makanan boleh dibilang saya juga suka mengikutinya. Awal pertama kali makan mie ramen pun karena terprovokasi sebuah komik anak-anak berjudul Naruto. Karena ramen adalah makanan kesukaan Naruto. Meskipun begitu saya harus selektif karena ada beberapa ramen yang mengandung daging babi. Mungkin aslinya memang menggunakan daging babi hehehe.

image

Di kampung ayah saya di Situbondo kebetulan adalah sentra penghasil mangga arumanis. Apalagi mangga Probolinggo memang sudah dikenal ke berbagai pelosok nusantara. Nah, jika musimnya tiba biasanya saudara saya di Situbondo mengirimkan beberapa kardus mangga arumanis ke Bandung.

Sejak kecil buah yang sering saya makan seingat saya adalah mangga. Biasanya kami selalu berebut pelok mangga. Pelok mangga adalah biji mangga yang masih diliputi oleh daging buah mangga tipis-tipis. Tentu saja memakannya harus menggunakan kedua belah tangan. Setelah makan pelok mangga biasanya wajah sudah belepotan dengan warna kuning buah mangga.

Saya paling suka jika sebelum kulit mangga dikupas, saya iris seperempat kulitnya hingga bisa mengambil sedikit dagingnya. Kemudian saya iris-iris bentuk dadu. Cara memakannya tinggal membalikkan posisi daging mangga menjadi bagian kulit luar hehehe.

image

Semua foto adalah dokumen pribadi. Tulisan ini dibuat dalam rangka menyemarakkan ulang tahun kampretos yang pertama.

Kunjungi karya kampret lainnya : jelang satu tahun

Leave a Comment