Skip to content →

Tag: pendidikan

E-Learning, Jawaban untuk Digital Generation

gamification

Baru saja saya mengikuti sebuah kopi darat dengan para guru hebat yang telah melek IT di bilangan Jakarta Pusat, yang membahas tentang Digital Native dan Digital Immigrant. Secara ringkas saya dapat menyimpulkan, terkadang orang tua sebagai Digital Immigrant tidak mengerti cara anak-anak Digital Native belajar dengan cara mereka sendiri. Kerap kali orang tua melihat anak-anak hanya mencari alasan dan terlalu banyak bermain game ketika mereka asyik dengan perangkat gadgetnya. Padahal, dari media seperti itulah mereka bisa mendapatkan pengetahuan dan banyak hal dari seluruh dunia melalui koneksi internet.

Sebagai contoh, ketika seseorang yang tidak minus kemudian disuruh menggunakan kacamata minus, apakah yang terjadi? Dia akan merasa pusing dan tidak nyaman. Begitu juga anak-anak Digital Native. Mereka lahir pada abad modern dimana perubahan peradaban tercermin dari kemajuan teknologi yang begitu pesat. Kesalahan orang tua dan guru ketika memaksakan belajar “cara lama” kepada anak-anak Digital Native. Ini sama saja dengan memberikan kacamata minus pada mereka yang tidak mengalami gangguan mata. Mereka akan berjalan tanpa arah dan cenderung menabrak apa yang ada dihadapan mereka.

Lanjut baca… E-Learning, Jawaban untuk Digital Generation

Leave a Comment

Penegakan Disiplin Ala Saya

Disiplin itu perlu. Negara yang terkenal dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi adalah Jepang. Selain Jepang, beberapa negara maju pun terkenal dengan tingkat kedisiplinannya yang ditinggi. Tingkat kedisiplinan bisa terlihat dari budaya antri. Misalnya antri ketika di loket bahkan antri untuk masuk dan keluar lift. You know kan klo di Indonesia semua serba berebut dan susah antri.

Pernah ada sebuah cerita seorang mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Jepang. Saat itu ia harus membayar uang kuliah ke bagian administrasi. Tertulis bahwa bagian administrasi buka pukul 09.00 pagi. Eh ketika di datang lebih awal pun ternyata tidak dilayani. Jadi memang sampai sebegitunya kedisiplinan di Jepang.

Lanjut baca… Penegakan Disiplin Ala Saya

One Comment

Dimana Guru Piket?

Kasus video asusila milik pelajar SMP membuat sedih para orang tua dan pendidik. Bagaimana tidak? Mereka, pelaku, melakukan hal tersebut di sekolah. Sekolah tempat mereka menimba ilmu justru dirasakan menjadi tempat yang cukup aman melakukan hal-hal tidak senonoh.

Saya teringat pengalaman seorang sahabat yang pernah bermukin di Australia. Di halaman facebooknya dia bercerita bahwa berbeda sekali peran guru TK di Indonesia dan di Australia. Ia mengomentari peranan guru TK ketika sesi istirahat. Guru-guru TK di Australia begitu telaten dan memperhatikan anak-anaknya bermain di luar kelas. Sementara ia melihat dan membandingkan bahwa guru TK di sekolahnya di Indonesia tidak melakukan hal yang sama. Lanjut baca… Dimana Guru Piket?

Leave a Comment

Class Meeting Lebih Menyenangkan

Setelah menempuh Ujian Kenaikan Kelas (UKK) selama satu pekan, akhirnya para siswa bisa melaksanakan kegiatan yang ditunggu-tunggu yaitu class meeting. Class meeting merupakan program OSIS yang biasanya dilakukan setelah ujian diselenggarakan. Hal ini dimaksudkan selain untuk mengisi kegiatan setelah kegiatan belajar mengajar selesai, juga mempertemukan masing-masing kelas untuk berkompetisi dalam berbagai lomba. Lomba-lomba yang disajikan lebih banyak olah fisik seperti footsal, basketball, dan lain sebagainya.

Lanjut baca… Class Meeting Lebih Menyenangkan

Leave a Comment

Memahami Karakter Siswa dari Juz Al-Quran

image
Illustrasi apps iQuran di Android

Ilmu ini didapat dari ayah saya. Setelah bermeditasi dan berpuasa selama beberapa hari akhirnya ilmu ini bisa juga saya dapatkan hahaha lebay dot com.

Basis dari ilmu pembaca karakter ini adalah quranic power. Kebetulan ayah saya pernah bertemu langsung dengan penemu quranic power. Kitab suci Al-Quran yang dijadikan rujukan untuk membaca karakter diri maupun orang lain.
Lanjut baca… Memahami Karakter Siswa dari Juz Al-Quran

Leave a Comment