Skip to content →

Tag: siswa

Meriahnya Kegiatan Bulan Bahasa Ehipassiko School BSD

image

Kemarin (29/10) dihari yang sama dengan upacara peringatan Sumpah Pemuda diselenggarakan kegiatan bulan bahasa. Acara bulan bahasa diisi dengan berbagai kegiatan menarik. Mulai dari pembacaan puisi, mendongeng/bercerita, break dance, drama, gitar akustik, hingga performance lainnya.

Setelah upacara selesai para siswa Ehipassiko School langsung ke Ruang Serbaguna untuk mengikuti rangkaian acara bulan bahasa yang diagendakan hingga sore hari. Saya sendiri ditugasi untuk menjadi satpol pp keamanan selama kegiatan berlangsung.
Lanjut baca… Meriahnya Kegiatan Bulan Bahasa Ehipassiko School BSD

Leave a Comment

Inilah Efeknya Jika Jadwal Belajar Anak Sangat Padat

Salah satu murid saya pada hari Senin (22/10) datang dalam keadaan lesu dan lelah. Murid saya ini memang selalu telat datang ke sekolah. Banyak alasan yang dia kemukakan. Entah itu orang tuanya yang telat bangun atau menunggu adiknya yang bersiap-siap berangkat ke sekolah juga.

Tapi pada hari itu dia sepertinya sudah kehabisan tenaga sehingga tidak keluar alasan-alasan klasik seperti biasanya. Saya kok malah jadi bertanya-tanya, ada apa gerangan sebenarnya. Ketika dihukum untuk berdiri pun sepertinya dia sudah bad mood duluan. Biasanya jika dia dihukum selalu tertawa ceria tanpa ada masalah.

Lanjut baca… Inilah Efeknya Jika Jadwal Belajar Anak Sangat Padat

Leave a Comment

Efek Pujian Memang Dashyat

Jumat lalu (12/10) saya mendapatkan kejutan dari anak-anak. Siswa saya di sekolah Ehipassiko BSD. Kebetulan saya adalah wali kelas untuk kelas delapan SMP.

Pagi itu adalah hari terakhir UTS dengan mata ujian Bahasa Mandarin. Lalu apa kejutan itu? Kejutan itu berupa pujian yang tulus.

Saat itu hanya tinggal dua peserta ujian yang tersisa di kelas. Sisanya sudah meninggalkan kelas karena telah usai mengerjakan soalnya.

Nah, salah satu dari kedua peserta tiba-tiba mengomentari saya. Kebetulan yang berkomentar adalah seorang siswi.

“Bapak pasti turunan Arab ya pak?”

“Kok kamu tau sih” jawab saya sekenanya sambil memeriksa lembar ujian yang telah dikerjakan anak-anak.

“Iya pak soalnya nama bapak aja kan udah Bahasa Arab semua -Dzulfikar Al-A’la- ” gumamnya dengan agak terbata-bata saat melafalkan nama terakhir.

“Oh iya itu nama dari Kakek saya, emangnya kenapa kok jadi ngomongin bapak?”

“Alis mata bapak juga tebal, terus bulu mata bapak juga lentik banget” jawabnya.

Duh anak-anak yang cuma komentar alis dan bulu mata saja sudah bikin saya terbang.

Saya hanya meresponnya dengan mengedip-ngedipkan kelopak mata saya beberapa kali diiringi gelak tawa keduanya karena geli melihat tingkah polah saya yang ke geeran.

Untunglah saat itu bel berbunyi tanda ujian pertama selesai. Kemudian mereka meninggalkan ruang kelas.

Apa yang anak-anak lakukan sebetulnya merupakan teguran. Betapa selama ini saya kurang memberikan pujian pada masing-masing anak.

Lihat buktinya! Hanya dengan di puji beberapa hal yang remeh temeh tapi efeknya sangat luar biasa. Sesorang yang baru saja dipuji langsung merasakan bahwa dunia ini indaahhh sekali.

Tak cukup disitu saat istirahat ternyata ada siswa lain yang berkomentar tentang rambut saya.

“Pak, rambut bapak bergelombang ya”

“Emangnya kenapa?”

“Rambutnya mirip dengan rambut pak Yudi”

“Oh iya itu namanya rambut ikal. Keren kan?” Jawab saya yang sudah kegeeran sambil membetulkan poni depan saya dengan kibasan jari yang sudah diberikan uap alami dari mulut 😛

Ah, anak-anak. Ini lah yang membuat bapak merasa bahagia punya murid-murid seperti kalian.

Dari dua peristiwa tersebut saya berjanji akan memberikan pujian-pujian pada anak-anak sekecil apapun kebaikan yang mereka lakukan. Karena saya yakin efeknya lebih bertahan lama dibandingkan pelajaran yang mereka ikuti di kelas.

Salam hangat 🙂

Leave a Comment

Hindari Memberi Hukuman Fisik!

Saat kursus @atamerica, Pacific Place, Jakarta, bersama puluhan guru Bahasa Inggris dari Jakarta dan sekitarnya. Saya mendapatkan hal yang bermanfaat. Saat itu kami sedang membahas bagaimana mengatur kelas besar.

Namun ada seorang ibu yang bertanya pada speaker, Aron William, “Bolehkah saya memberikan hukuman fisik seperti push up, sit up, atau yang lainnya?”

Seketika Aron langsung menjawab bahwa menghukum siswa secara fisik di Amerika adalah tindakan illegal. Jika siswa tidak terima dengan hukuman fisik tersebut dia bisa menyewa pengacara untuk menuntut sang guru.

Hukuman fisik mungkin masih terjadi di beberapa sekolah dinegeri ini. Beberapa ada juga yang melaporkan tindakan gurunya pada polisi.

Zaman memang sudah berubah. Maka, guru pun harus bisa berubah. Kenapa tidak memberikan hukuman yang menyenangkan buat mereka?

Meskipun hukuman memang ditujukan untuk efek jera namun ada cara lain yang membuat hukuman itu menjadi bermanfaat.

  1. Menyuruh siswa membersihkan kelas/sekolah dengan cara memungut sampah-sampah dan dimasukkan kedalam plastik sampah besar.
  2. Memberikan tugas menulis pada siswa di blog guru tentang perasaannya ketika melanggar dan rasanya dihukum dengan cara menulis.
  3. Membuat sebuah rekaman lagu dan kemudian di unggah ke youtube.

Masih banyak hukuman lain yang lebih mendidik. Sudah bukan zamannya lagi menghukum siswa melalui tindakan fisik 

Leave a Comment