Skip to content →

Menerawang Rahasia Tren Sosial Media Tahun 2017

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedIn

 

Siapa yang enggak kenal Ndorokakung alis mas Wicaksono? Pasti kenal ya. Blio kan beken dan terkenal di sosial media. Nah, pada tanggal 13 Januari 2017 yang lalu beberapa blogger di undang oleh UN News buat ngobrolin masa depan tren sosial media pada tahun 2017 bareng Ndorokakung.

Acara ini mengundang beberapa komunitas bloger juga perwakilan media tekno di Jakarta. Kebetulan tempatnya diselenggarakan di Es Teler 77 daerah Blok M.

Mas Wicak lebih senang mengidentifikasi bloger sebagai content creator. Karena pada dasarnya sama saja dengan Youtuber, Instagramer, dan pengguna sosial media lainnya meskipun masih menggunakan platform blog.

Suka tidak suka, digital content memang banyak mengubah banyak hal. Mulai dari senjakala media cetak hingga terancamnya media televisi juga radio dengan popularitas sosial media dan kemudian warga mendapatkan juga memproduksi berita sendiri.

Nah, ini data-data pengguna sosial media di Indonesia. Penggunan sosial media seperti Facebook dan Instagram, ternyata banyak di dominasi oleh warga negara Indonesia.

Pengguna Facebook tercatat hampir 76 juta berasal dari Indonesia dengan rentang usia antara 18 – 34 tahun. Sedangkan di posisis kedua ada Instagram. Dan yang mengejutkan hampir 54% pengguna Instagram di dunia itu berasal dari Indonesia. Iya Indonesia man! Totalnya sekitar 35.1 juta.

Iya lah, gak heran kalau sekarng Instagram memang sedang populer. Twitter?

Yup, meskipun tidak seagresif sebelumnya, twitter tetap digunakan. Terutama untuk melakukan livetwiit dan trending gather.

Yang memang akan tren ke depan kalau kata ndroro sih Snapchat dan Youtube. Meskipun memang sekarang sudah cukup banyak Youtuber dan Snapchatter.

Baca juga 10 Langkah Cara Praktis Membuat Konten Viral

Nah, ini dia tantangan buat content creator. 

Audience sekarang lebih suka konten yang menampilkan banyak gambar, sedikit kata-kata dan lebih mobile.

Cek deh sekarang apa blog kamu mobile responsive apa enggak? Kalau belum, hukumnya wajib loh theme mobile responsive itu. Hampir 80% pengguna mengakses social media dan internet itu dari gadget alias dari hapenya sendiri.

Sekarang bahkan sudah terasa kan? Tukang pulsa jualan data, bukan lagi buat sms atau pulsa telpon. Karena kedua komunikasi usang itu akan tergantikan dengan layanan data yang lebih kencang dan murah.

Ini juga penting, sekarang memang eranya mobile. Makanya pastikan semua tampilan blog, komentar, banner dan printilan-printilan di blog itu bikin nyaman kalau diakses lewat handphone.

Nah, ke depan click bait lewat wording itu bakal usang. Sekarang eranya gambar.  Coba aja kasih gambar lalu dilingkarin warna merah di salah satu obyek yang menarik. See? hahaha

Buat travel blogger ini malah berkah. Soalnya bisa jualan konten lewat foto-foto ciamik. Nah, makanya jangan kebanyakan selfie. Banyakin stock foto buat merekam keindahan tempat wisata yang sedang dikunjungi.

Baca juga Akankah Senja Kala Radio Terjadi Ketika Spotify Makin Menggema di Indonesia?

Nah, yang menarik memang sekarng video punya porsi yang lebih besar. Alasannya karena tingkat minat baca orang Indonesia itu rendah dibandingkan denga negara lain, di ASEAN sekalipun. Sedih sih!

Cuma, sisi positifnya konten-konten dengan basis video malah lebih banyak menarik audience dibandingkan tulisan. Apalagi sekarang video di facebook bisa di monetize seperti di Youtube.

Beberapa layanan video on demand malah udah masuk sejak tahun 2016. Selain membawa berkah mungkin juga membawa musibah bagi bioskop konvensional.

Namun sisi baiknya, video on demand ini bisa digunakan untuk memerangi masih maraknya pembajakan konten video. Pembajakan video malah sekarang sudah dalam bentuk digital.

Ngaku deh yang suka nonton streaming gratis…hahahaha…

Nah, senjakala TV itu udah ada di depan mata. Budget marketing yang tadinya dialokasikan ke TV konvensional sekarang malah beralih ke Youtuber.

Kata Ndoro ya jelas lebih murah dan pageviewsnya bisa lebih banyak dari tv konvensional. Meskipun ya acara-acara dangdut dan kompetisi ala-ala yang mendulang penonton cukup banyak belum bisa diaplikasikan secara digital.

Baca juga Hooq TV Bisa Jadi Amunisi Basmi Pembajakan Film di Indonesia

Nah, saatnya punya niche yang jelas dalam menentukan masa depan blog kamu, channel kamu dan kompetensi kamu.

Ke depan semua layanan tren-nya bakalan digital. E-money aja udah gembar-gembor dilakukan promo. Mulai banyak kan sekarng Start Up yang mengembangkan Payment Online dengan iming-iming promo atau diskonan lebih besar?

Nah, ini kerjaan anak SEO nih. SEO Executive bakalan dibutuhkan untuk konten video juga. Bukan cuma blog.

Oh ya, yang menarik nih, anak-anak Sastra Indonesia udah banyak yang mulai belajar SEO. Gak sedikit dari mereka yang lebih memilih jadi SEO ketimbang jadi Writer.

Jujur saya susah banyak cari Content Writer cowok yang benar-benar bisa diandalkan. Kalau kamu orang yang saya cari. Email CV kamu ya ke dzulfikar[at]reservasi[dot]com.

Nah, teknologi VR juga ini menarik. Parahnya lebih rame gaungnya untuk layanan VR yang mengumbar seksualitas.

Hmmm…itu sih emang balik lagi ke penggunanya yang harus bisa filtering.

Dibalik sisi negatifnya pasti ada sisi postifnya. Udah pernah coba nonton video 360 di Youtube pakai VR belum? Asyik lho, apalagi kalau nonton yang discovery channel. Wuih, serasa banget hadir di tempat yang sama.

Kebetulan saya punya Cardbox yang bisa dipakai buat nonton ala-ala konsol VR.

“VR itu apa sih mas?”

VR adalah akronim dari Virtual Reality. Itu loh kalau kita nonton seolah-oleh kita yang jadi pemerannya.

Nih contoh videonya gan

Nah, jadi buat para bloger, kayaknya harus mulai belajar lagi deh tentang illustrator, video editing dan sedikit tentang penerapan SEO.

Well, gak rugi kok belajar.

Caranya?

Ada banyak cara untuk upgrading. Bisa ikut komunitas bloger atau cari sendiri jawabannya lewat Youtube. Pantingin juga deh Linkedin yang suka kasih insight-insight baru dalam content marketing. Kalau di Facebook memang terlalu crowd dengan politik dan nyiyirisme hahahaha.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Published in Tekno

9 Comments

  1. @Dee wah saya malah baru menekuni 1 tahun ke belakang, jd masih belajar juga nih Dee 🙂

  2. Belajar sama kakak Dzul ajah yang udah banyak pengalaman 🙂

  3. Semua social media sekarang punya fitur video om @kevin bukan cuma yutube klo kata Ndorokakung. Malah nanti bakal ada spectecles punya snapchat yang bisa streaming langsung pakai kacamata produk mereka. Mirip kayak google glass tapi yang ini lebih murce

  4. Betul mas @yos untuk content cowok agak susah cari yang cocok.

  5. Bikin video ini yang perlu saya pelajari banget ?

  6. kata yang menarik dalam artikel ini ,”susah cari Content Writer cowok yang benar-benar bisa diandalkan,”
    hahahaha
    berarti content writer cowok berkualitas merupakan spesies langka

  7. Intan Rosmadewi Intan Rosmadewi

    Ya ta ba laah

  8. Artikel menarik om.. Arahnya memang ke Yutub nih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *