Setelah punya dua anak, rasanya tidak tepat jika saya selalu memaksakan diri untuk berkendara dengan sepeda motor. Selain tidak aman, juga tidak nyaman buat anak-anak. Itu sebabnya sekarang saya sedang menimbang-nimbang untuk mencari mobil baru dengan harga terjangkau atau mobil bekas tapi tetap nyaman.

Biasanya keluarga muda yang untuk pertama kalinya mau membeli mobil dihadapkan pada dua pilihan, antara City Car atau low MPV (Multi Purpose Vehicle). Dua pilihan tersebut jelas membuat keluarga muda seperti saya jadi bimbang. Apakah harus membeli City Car atau low MPV 7 seater yang bisa muat lebih banyak penumpang.

Jika dibandingkan dari segi harga sih sebelas dua belas. Namun untuk keperluan keluarga, enaknya memang MPV yang daya muatnya lebih besar. Kalau beli City Car, paling saya hanya bisa bawa anak dan istri. Sedangkan kalau beli MPV, saya bisa bawa kakek dan neneknya anak-anak untuk wisata kuliner atau jalan-jalan pada akhir pekan.

Ada yang bilang kalau mobil itu ibarat rumah kedua buat keluarga. Nah, karena kedua anak saya masih di bawah 10 tahun, rasanya butuh banget kabin yang luas agar anak-anak bisa leluasa bergerak. Ini yang mungkin membuat saya mengesampingkan pilihan tipe City Car.

Apalagi istri saya punya phobia pada ruangan sempit. Kalau sedang berada di dalam taksi, rasanya gak betah banget deh, inginnya cepat-cepat sampai tujuan. Terus terang saya juga kurang nyaman kalau jadi penumpang taksi karena harus duduk di belakang. #lebihLEGA

Untuk mendapatkan leg room dan head room yang luas, rasanya mobil kelas MPV yang baru bisa memenuhinya. Meskipun sekarang sudah mulai banyak SUV, harganya tentu saja udah beda kelas. Buat keluarga muda, memiliki mobil MPV menjadi pilhan yang paling tepat. Satu lagi yang penting banget buat keluarga muda yang tinggal di Jakarta adalah MPV yang punya AC double blower. Tahu sendiri kan Jakarta panasnya kayak apa?

Demi keselamatan, anak-anak harus duduk di baby car seat, terlebih seat belt juga bukan sekadar hiasan yang hanya digunakan oleh orang dewasa. Anak-anak juga butuh pembiasaan agar memahami dan menyadari arti penting keselamatan berkendara. Hal ini bahkan sudah jadi regulasi penting di Eropa dan Amerika agar keluarga menggunakan jenis mobil MPV saat membawa anak-anak.

Selain masalah kabin, yang namanya keluarga kalau liburan pasti bawa banyak bawaan. Mulai dari koper, kardus, hingga barang-barang lainnya. MPV yang ideal itu juga memikirkan bagasi yang nyaman buat barang bawaan. Kebiasaan orang Indonesia kalau pergi ke luar kota pasti bawa oleh-oleh atau buah tangan buat keluarga di rumah. Nah, urusan bagasi rasanya udah mutlak harus bisa memuat ya minimal tiga galon air mineral.

Karena mobil keluarga, maka biasanya mobil dipakai bisa oleh suami atau pun istri. Nah, saya ingin istri saya bisa nyetir mobil. Jadi kalau dia mau belanja atau ke mana-mana saat saya tidak di rumah, dia bisa berangkat sendiri. Intinya, saya ingin istri saya juga mandiri.

Mobil Keluarga

Penting banget mobil keluarga seperti itu dilengkapi dengan beberapa fitur keselamatan, mulai dari sensor parkir hingga air bags di kemudi dan dashboard penumpang. Apalagi sekarang mobil keluarga dengan harga terjangkau sudah dilengkapi fitur Anti-lock Brake System (ABS) sehingga lebih mudah mengendalikan mobil saat bermanuver.

Untuk kesan pertama, sosok mobil keluarga memang harus tercermin dari eksteriornya. Tak perlu terlalu mewah, punya fitur keselamatan tapi tetap harganya terjangkau keluarga muda yang masih harus memikirkan biaya pendidikan anak-anak.Β #lebihLEGA

Untuk urusan harga juga sebetulnya tricky banget. Ada teman yang secara bujet sudah siap beli mobil, tapi dikasih yang terjangkau malah gengsi. Katanya gak mau disebut punya mobil kelas bawah. Boleh terjangkau asal tidak terkesan asal punya mobil saja.

Nah, aspek kedua dan tak kalah penting adalah eksterior yang bisa memenuhi kebutuhan gaya hidup keluarga muda seperti saya.

Dari segi eksterior, tampilan luar harus elegan. Tidak harus tampilan yang menarik sih, asal enak dilihat dan manis saat difoto. Soalnya penampilan buat konsumen di Indonesia menjadi salah satu faktor penentu. Kalau kata teman saya minimal enggak malu maluinlah kalau dibawa ke mal atau jalan-jalan.

Memang saat ini desain mobil di Indonesia didominasi Japanese Style. Mobil-mobil Eropa ada juga, tapi kesannya classy. Saya cenderung suka desain mobil yang simple dan tidak terlalu ramai dengan aksesoris, yang penting itu tadi, manis saat diajak selfie.

Untuk posisi mesin, saya lebih memilih mesin yang berada di depan dibandingkan mesin di bawah jok. Selain lebih aman, juga terhindar dari bising. Posisi mesin di depan kabin penumpang dari aspek keselamatan lebih terjamin karena saat benturan kabin tidak langsung terkena efeknya. Buat saya, hal ini penting banget, mungkin karena saya terpengaruh melihat beberapa kecelakaan mobil di jalanan. Mobil-mobil tanpa hidung punya akibat yang lebih parah dibandingkan mobil yang berhidung.Β #lebihLEGA

Untuk soal hiburan, juga sudah menjadi fitur wajib yang harus disematkan di mobil keluarga. Konektivitas bluetooth dan layar LCD sudah jadi barang wajib. Apalagi anak-anak zaman sekarang sudah pasti mencari hiburan lewat video seperti Youtube.

Jadi, kalau digambarkan dalam kata-kata yang padat, mobil idaman keluarga muda seperti saya itu punya tongkrongan yang manis, kabin luas buat keluarga, bagasi muat banyak, dan tentu saja dengan harga terjangkau kantong.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+