Pengalaman Bikin Paspor Anak 24 Halaman di Kanim Jakarta Selatan

Pengalaman Bikin Paspor Anak 24 Halaman di Kanim Jakarta Selatan

July 25, 2018 6 By Dzulfikar

Jadi, ceritanya waktu mau jalan-jalan ke Legoland di Johor Bahru, mau gak mau saya harus bikin paspor anak dulu. Buat dapetin antreannya saya pake aplikasi paspor antrian online yang bisa didownload lewat Playstore. Aplikasi Paspor Online ini kebetulan emang baru ada di ponsel Android, sementara di iPhone belum ada.

Baca Punya Paspor 48 Halaman Gak Jaminan Lolos Imigrasi Singapura

Mendapatkan Nomor Antrean Paspor Secara Online

Sebetulnya ada alternatif lain sih kalau mau cari antrean paspor secara online. Bisa daftar lewat jalur Whatsapps Gateway masing-masing Kantor Imigrasi yang dituju sama lewat Website Imigrasi. Itu databasenya online. Jadi, kalau sudah terdaftar lewat aplikasi antrian paspor, pasti gak bisa daftar lagi lewat jalur lain.

Suka ada yang tanya juga. Emang bayi yang baru lahir wajib punya paspor juga? Iya dong. Bayi yang baru lahir satu hari aja tetap harus punya paspor. Misalnya dalam kondisi emergency seperti ini, pihak Imigrasi biasanya bisa kasih prioritas. Intinya, siapapun dan umur berapapun WNI yang mau pergi ke luar negeri wajib memiliki paspor.

Perbedaan Kantor Imigrasi Kelas I vs Kelas II

Awalnya saya daftar di Kantor Imigrasi kelas II Depok. Soalnya waktu itu emang cuma ada kuota di Depok aja. Eh, setelah seminggu berlalu ternyata ada kuota di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Selatan.

Apa bedanya antara Kantor Imigrasi Kelas I dengan Kantor Imigrasi Kelas II?

Kalau browsing di beberapa sumber sih perbedaannya cuma masalah wilayah dan beban kerja aja. Misalnya kalau di Jakarta Selatan itu Kantor Imigrasi Kelas I. Nah, yang di Depok ini Kantor Imigrasi Kelas II. Dari produknya atau paspornya sendiri gak ada perbedaan. Begitu juga soal biaya pembuatan paspor baru, perpanjang paspor atau pengurusan paspor hilang atau rusak tetap sama antara Kantor Imigrasi kelas I maupun kelas II.

paspor anak online

Berhubung Kantor Imigrasi kelas I di Jakarta Selatan lebih dekat dan saya dulu sudah pernah ke sana ngurus paspor sendiri, akhirnya saya membatalkan dulu pendaftaran antrian di Kantor Imigrasi Kelas II Depok dan daftar lagi via aplikasi antrian paspor online ke Kantor Imigrasi kelas I Jakarta Selatan. Pembatalan bisa dilakukan lewat aplikasi langsung, jadi gak perlu datang ke Depok ya guys.

Akun Apps Antrian Paspor Online

Oh ya, untuk satu akun di aplikasi paspor online itu bisa dipakai maksimal untuk 5 orang atau 5 nomor antrian. Bisa anggota keluarga yang ada di dalam satu Kartu Keluarga, bisa juga teman yang BUKAN dalam satu Kartu Keluarga. Enak kan? Jadi, kalau emang kesulitan untuk mendaftar lewat Aplikasi Antrian Paspor Online, mending nebeng aja sama teman atau keluarga yang sudah punya akunnya.

Waktu itu saya pakai akun sendiri untuk mendaftarkan 3 orang via Aplikasi Antrian Paspor Online

  • Istri
  • Anak usia 7 tahun
  • Anak usia 3 tahun

 Nah, syarat pembuatan paspor anak yang saya bawa;

  • Akta lahir anak ASLI dan fotokopi
  • Kartu Keluarga ASLI dan fotokopi
  • Buku nikah ASLI dan fotokopi semua halaman
  • Paspor Orang Tua (Jika Ada) dan fotokopi semua halaman

Kalau istri saya bawa syarat untuk pembuatan paspor baru berupa;

  • e-KTP ASLI dan fotokopi ukuran A4
  • Kartu Keluarga ASLI dan fotokopi
  • Akta Lahir, Ijazah Terakhir, dan Surat Nikah ASLI dan fotokopi LENGKAP semua halaman
  • Materai Rp 6.000,- 1 lembar

Oh ya, dulu waktu saya bikin paspor itu bikin paspor yang 48 halaman. Karena saya cuma ke Malaysia dan Singapura aja, jadi saya memilih untuk membuat paspor 24 halaman untuk istri dan anak-anak saya. Istri dan anak-anak saya bawa saat mengurus dan tidak bisa diwakilkan. Yang bisa diwakilkan hanya pada saat pengambilan paspor saja dengan menunjukkan bukti surat kuasa.

Langkah pembuatan paspor anak

  1. Daftar untuk mendapatkan nomor antrian via Aplikasi Antrian Paspor Online
  2. Datang pada jadwal yang ditentukan 30 menit sebelumnya
  3. Tunjukkan barcode nomor antrean dari aplikasi ke loket penerimaan (Barcode tidak perlu dicetak/diprint)
  4. Minta formulir ke loket pendaftaran sekaligus
  5. Isi formulir dengan lengkap
  6. Minta surat pernyataan orang tua di bagian customer service atau bagian fotokopi koperasi
  7. Minta surat pernyataan membuat paspor 24 halaman (optional)
  8. Tunggu panggilan wawancara dan foto
  9. Pulang membawa RESI Pembayaran Paspor
  10. Paspor bisa diambil 3-4 hari setelah PEMBAYARAN

Overall, saat wawancara dan foto berjalan dengan lancar. Tidak ada pertanyaan aneh-aneh. Anak-anak juga sudah dikasih tahu tujuannya akan ke Legoland di Malaysia dan lanjut ke Singapura. Jadi, saat ditanya oleh petugas bisa sinkron dengan jawaban orang tua.

Setelah mendapatkan resi pembayaran, sebetulnya di kantor Imigrasi Jakarta Selatan ada Bank BRI. Bisa langsung bayar di teller Bank atau bayar lewat Internet Banking maupun ATM. Saya pilih lewat Internet Banking.

Biaya pembuatan paspor anak

  • Paspor 24 Halaman Rp 100.000
  • Paspor 48 Halaman Rp 300.000
  • Paspor Elektronik 48 Halaman Rp 600.000

Langkah pembayaran paspor via Internet Banking (BCA)

  1. Login ke BCA Individual
  2. Klik Pembayaran
  3. Klik Pajak
  4. Pilih Jenis Pajak Penerimaan Negara
  5. Masukkan Kode Billing atau Kode MPN G2 sebanyak 15 digit yang terletak di atas barcode
  6. Selesai

Nah, tunggu saja antara 3-4 hari kerja. Hari Sabtu Minggu tidak dihitung hari kerja. Jadi, kalau ngurusnya hari Jumat, berarti dihitung dari hari Senin bukan dari hari Sabtu.

Setelah pembayaran selesai jeda 4 hari setelah wawancara saya ambil paspor anak dan istri saya sendiri. Saya cuma bawa resi pembayaran yang dikasih petugas saat setelah selesai wawancara.

Nanti, di loket pendaftaran tinggal masukkan saja barcodenya untuk mendapatkan nomor antrean di lokasi. Jadi, untuk pengambilan paspor tidak perlu lagi mengambil nomor antrean via Aplikasi Antrian Paspor Online. Cukup bawa resi dan nomor antrian di lokasi bisa didapat dari komputer. Kalau kurang jelas minta bantuan petugas aja.

Tips membuat paspor anak

  • Pilih jadwal siang supaya bisa berangkatnya tidak terjebak macet
  • Bawa minum, camilan dan makanan supaya anak tidak lapar
  • Kenakan anak pakain yang sopan, berkerah dan bersepatu
  • Sebaiknya hindari menggunakan pakaian putih polos
  • Bila tidak sempat fotokopi di luar, di kantor Imigrasi Jaksel tersedia tempat fotokopi dan materai
  • Siapkan paspor 1 atau 2 bulan sebelum keberangkatan ke luar negeri
  • Pastikan anak-anak juga paham tujuan ke luar negeri dan alasan mengapa harus membuat paspor dengan menyampaikannya dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh anak-anak

Pengalaman menggunakan paspor 24 halaman ke Malaysia tidak ada kendala sama sekali. Saya masuk Malaysia lewat Johor Bahru. Saat berada di Imigrasi bandara memang sempat ditanya mengapa paspornya tipis. Saya jawab aja sekenanya khusus anak-anak hehehehe. Alhamdulillah tidak ada masalah.

Begitu juga saat masuk Singapura lewat Woodland tidak ada masalah menggunakan paspor 24 halaman. Justru yang bermasalah malah saya yang menggunakan paspor 48 halaman. Saya ditahan dan ditanya selama kurang lebih 2 jam tapi kemudian dilepas setelah menunjukkan SIM, KTP dan uang dollar Singapura yang dibawa.